Informasi diperoleh duaberita pagi tadi sekitar pukul 8 malam yang dilaporkan oleh kontributor duaberta, saudara Ujo langsung dari tempat arena. Tampak terdengar teriakan panggilan, memanggil nama Arif Mustopa dan sesekali dipanggil adalah Adi Wibowo dan Muslim.
Dari hasil pemilihan putaran pertama tersebut, akhirnya persidangan HMI memilih nama yang akan maju di putaran ke-dua yang mewakili utusan, berbeda dengan putaran I yang mewakili cabang. Setelah menunggu sekitar satu jam maka di dapatkan informasi bahwa sdr. Arip Mustopha terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI Formateur dengan:
Total Suara: 319
Arif Mustopha: 178 Suara
Muslim Hafidz: 36 Suara
Adi Wibowo: 100
Dengan demikian forummenyatakan sah bahwa saudara Arif menjadi Ketua Umum PB HMI/ Formatur dengan mide formatur adalah Ahmad Nasir Siregar dan Farhan.
Sukse selalu HMI, Semoga menjadi organisasi mahasiswa tertua yang punya potensi kebangsaan dan ke-Islaman. (/aby)
Sumber: Duaberita





September 7, 2008 pukul 4:25 pm
selamat kepada kanda arif ”””””
moga menjadi pemimpin yang bergerak berbuat untuk seluru ummat dan bangsa,,,,,,,,,
kami HMI Jakarta timur komisariat hukum as,syafi’iyah
YAKUSA
Februari 7, 2009 pukul 7:26 am
selamat buat kanda arif…
Februari 12, 2009 pukul 9:45 am
ass, Bang Arif tolong tindak lanjuti masalah Musda Badko SUMBAGSEL yang sampai saat ini tidak pernah ada keputusan dari PB HMI, ini menyebabkan fakumnya badko sumbgsel padahal musda sudah lama terjadi.’
ttd
Resi lestari
ketua umum KOHATI HMI Cabang Plg
Februari 28, 2009 pukul 3:31 pm
selamat kanda……
Indonesia perlu oranhg ortang hasil perkaderan HMI, kami di bawah (komisariat / cabang) juga akan berusaha mengkader diri untuk memegang estavet kepemimpinan. Doa selalu kami panjatkan semoga nilai idealisme tidak termakan oleh pragmatisme sempit. YAKUSA
Maret 23, 2009 pukul 4:22 am
Assalamu’alaikum Wr.Wb, Bang tolong tindak lanjuti nasib teman-teman di HMI Cabang Inderalaya ??? Kasihan mereka seperti kehilangan induk !!! apalagi kader yang namanya sesha arianto jadi susah arianto sekarang ??? Hahhahha… Salam perjuangan Sesha ??? YAKUSA
April 1, 2009 pukul 5:49 am
BANG, TOLONG PERHATIKAN JUGA TEMEN2 HMI CABANG CIREBON. SESUNGGUHNYA KAMI PUNYA SEMANGAT YANG BESAR BUAT BERJUANG UNTUK BANGSA, AGAMA,DAN NEGARA INI
April 25, 2009 pukul 7:48 pm
Assalamu’alaikum WrWb.
Congratulation!!!. . . besar harapan Saya agar HMI semakin hari semakin dewasa dalam menyikapi segala problematika di semua aspek kehidupan.Jgn terlalu Idealis,krn ssungguhnya Stiap insan terlahir dgn “dirinya masing2″ artinya:Stiap insan pnya idealisnya masing2,jd satukanlah idealisme kita guna terwujudnya harmonisasi kehidupan yang berlandaskan HATI!!! Amin YaaRobbal’alamin…
Salam Hormat,,, Wsslmu’alaikum WrWb.
Mei 22, 2009 pukul 8:36 am
Ass wr wb.
Dalam memilih koalisi parpol/capres, kita sebagai umat muslim harusnya kembali kpd alquran/hadist rasul apakah sudah sesuai dgn ajaran islam. Kitakan tidak tahu batasan hidup kita sampai kapan atau mungkin tinggal beberapa langkah kaki lagi. Untuk itu seharusnya tidaklah kita mencari dosa lagi. Demikian pula halnya dgn pilihan pasangan capres, seharusnya sebagai org awam dgn ilmu ajaran islam sedikit saja, tentunya akan bisa memilih pasangan capres dari keluarga yg benar2 terlihat Islam nya (bukannya membiarkan penampilan isterinya tanpa jilbab dimuka umum seperti SBY/Budiono & Mega Pro, bandingkan dengan JK Win) & mengutamakan misi ekonomi syariah (bukannya ekonomi orang kafir/neoliberalisme non pro rakyat pada SBY/Budiono). Bagaimana pendapat Anggota/Pengurus/Pimpinan HMI agar supaya umat Islam dan pendukung partai Islam tidak lagi disesati atau dibohongi (karena mereka umat yang dizolimi bisa menuntut diakhirat nanti dengan hadist kebangkrutan). Semoga Allah akan selalu memberi pahala yang berlimpah kpd kita semua, aminnnnnnnnnnn.
Wass wr wb.
Dari : Hamba Allah yang selalu berusaha menjaga Islam.
Mei 22, 2009 pukul 9:48 am
Tanya HMI atau tanya personal HMI cuy?
Juni 7, 2009 pukul 4:05 pm
Perkataan seseorang menggambarkan kepribadian seseorang.
Silakan Anda mengatakan HMI dengan perkataan seperti apapun. Akhirnya semua kembali kepada publik yang akan menilai apakah ucapan Anda menggambarkan orang yang berpendidikan dan bermoral atau tidak.
Untuk sekedar menunjukkan nama atau identitas saja tidak berani.