Arsip

Archive for the ‘Artikel’ Category

Dualisme HMI; Antara Yasir, Sumayyah, dan Ammar bin Yasir

2943111888265l

Salah satu diantara banyak pertanyaan yang pasti saya dengar saat berdiskusi tentang HMI dengan mahasiswa baru ialah pertanyaan soal perpecahan HMI menjadi HMI (DIPO) dan HMI (MPO). Selalu saja pertanyaan ini mengisi ruang-ruang dialog antara mahasiswa baru dengan pengurus HMI. Dan biasanya pertanyaan tersebut disusul dengan pertanyaan lanjutan seputar siapa yang benar dan siapa yang salah (tersesat). Read more…

UU PENGADILAN TIPIKOR DIAMBANG KEMATIAN: KORUPTOR AKAN BEBAS BERKELIARAN

images1344063images1337fn1

oleh: Sayfudin Ketua Bidang Keumatan dan Kemasyarakatan

Substansi dan problematic dari kasus korupsi terkait pembentukan Pengadilan Tipikor

Berkenaan dengan persoalan keilmuan hukum dari para kader HMI menjadi hal yang fundamental untuk terus mengalami kemajuan. Dengan bekal keilmuan hukum yang menjadi karakteristik dari mahasiswa hukum akan dapat menjadi landasan dan arah gerak kita dalam peran sebagai organisasi pergerakan untuk terus ikut mendinamisasi fenomena hukum di Indonesia. Bidang Keumatan dan Kemasyarakatan akan mencoba menggali lebih dalam tentang tarik ulur RUU Pengadilan Tipikor yang belum mendapat titik terang, padahal masa jabatan anggota DPR RI akan berakhir akhir Bulan September 2009. Batas MK untuk disahakan adalah sampai 31 Desember 2009. Sekarang baru masuk Panitia Kerja. Banyak masalah yang timbul bagaimana jika pengesahannya dilanjutkan oleh anggota DPR selanjunya…??? masalah lain adalah adanya tarik ulur yang digulirkan dari KPK dan ICW harus ditambah wewenang penuntutan dari KPK masuk dalam isi dari UU Pengadilan Tipikor tersebut. Adanya Hakim ad Hoc juag menjadi problematic yang tidak kunjung selesai. Hal ini jangan menjadi kita sebagai kader HMI menjadi apatis tapi harus kritis terhadap problematic bangsa ini.

Negara Indanesia sekarang ini sudah menjadi negara yang mempunyai citra buruk di dunia internasional. Hal ini disebabkan karena negara Indonesia merupakan negara koruptor. Dua lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lewat STAR (STeall Asset Recovery) dan Bank Dunia punya daftar 10 besar kekayaan hasil curian yang disusun Transparency Internasional tahun 2004 lalu. Kwik Kian Gie menyatakan bahwa per tahun kekayaan negara yang dikorupsi jumlahnya sangat besar bahkan melebihi APBN (Kompas, 25 Oktober 2003 hal.3). Pada masa orde baru kebocoran uang negara masih 30 %, setelah reformasi bergulir tahun 1998 indikasi tindak pidana korupsi yang merusak perekonomian dan moral bangsa justru semakin besar. Menurut laporan BPK, penyimpangan uang negara sudah mencapai Rp 166,53 triliun atau sekitar 50 % pada periode Januari-Juni 2004 (Kompas, 2 Oktober 2004 hal.6). Ada sumber dari PERC (Political and Economic Consultancy) yang menyatakan tentang korupsi di Indonesia menempati urutan nomor tiga dengan jumlah kekayaan sebesar 8,03 miliar dolar AS (Kompas, 11 Maret 2008 hal.10). Read more…

MAKRIFATULLAH*

September 4, 2009 raza23 1 comment

allah-300x225

Oleh:  M. Ali Ridho

Ketua Bidang Kajian Keilmuan HMI Kom. FH UNS

Penjelasan mengenai hal-hal yang berbau ketuhanan, banyak akan berisi tentang sebab akibat. Posisi Tuhan atau sang Pencipta sebgai prima principia membuat dia adalah sang maha sebab itu sendiri. Posisi sebab yang tidak membutuhkan akibat atas keberadaannya membuat dia tidak tergantung atas apapun yang menjadi makhluknya (akibatnya). Read more…

Kritik Atas Waktu Memulai Puasa dan Waktu Berbuka Puasa

September 4, 2009 ressay 2 komentar

bukap8cj

Udah lama pingin banget nulis hal ini. Tetapi baru sekarang aku memberanikan diri. Karena apa yang hendak aku tuliskan, sebetulnya dapat saja dengan mudahnya diragukan kebenarannya oleh para penganut paham Argumentum ad Hominem.

Pasalnya, aku seorang mahasiswa fakultas hukum yang buta akan tafsir agama, memberanikan diri menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits.

Kepada para ahli agama, mohon maaf jika apa yang aku sampaikan ternyata berbeda dengan pendapat Anda.

Ini seputar waktu berbuka puasa dan waktu memulai puasa. Read more…

Categories: Artikel

SELAMATKAN NASIONALISME KITA*

September 1, 2009 hmibecak 13 komentar

endik dan nasionalismenya

Oleh:  Aldian Andrew Wirawan

Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan HMI Kom FH UNS

Sekali lagi jargon “ nasionalisme“ kembali dikobarkan di berbagai daerah di tanah air. Demam nasionalisme akhir akhir ini yang sedang melanda sebagian besar rakyat Indonesia diawali oleh negara tetangga kita Malaysia  yang mengklaim beberapa hasil budaya asli negeri ini sebagai milik mereka untuk promosi pariwisatanya . Penulis sengaja memberi penekanan pada kata nasionalisme karena nasionalisme yang sekarang banyak didengungkan sebagian orang tersebut pengertian sangat sempit dan bahkan bertentangan dengan nasionalisme yang dicita citakan oleh pendiri bangsa ini. Nasionalisme menurut pandangan Soekarno dalam pidatonya yang berjudul Indonesia menggugat yang disampaikan di depan pengadilan kolonial Belanda pada 18 Agustus 1930 adalah “adanya rasa persamaan sebagai rakyat yang tertindas oleh penjajah kolonial dan ingin mewujudkan kemerdekaan sejati baik lahir maupun batin bagi seluruh rakyat indonesia…nasionalisme indonesia adalah nasionalisme yang positif, nasionalisme yang mencipta, nasionalisme yang anti chauvinist…”. Ernest Renan dalam bukunya What Is A Nation menyebut nasionalisme Soekarno ini sebagai kehendak untuk bersatu (le dwsire d’entre ensemble). Nasionalisme ini membentuk persepsi dan konsepsi identitas sosial kaum pergerakan di seluruh negara jajahan sebagai suatu kekuatan politik yang tidak bisa disepelekan oleh penguasa kolonial. Tujuan nasionalisme ini adalah pembebasan dari penjajahan dan menciptakan masyarakat yang adil serta tidak ada lagi penindasan. Tentu jika dilihat dalam perspektif di atas nasionalisme yang sesungguhnya tidaklah bertujuan untuk mencintai tanah air dengan kacamata kuda namun lebih dari itu yakni mewujudkan suatu tatanan masyarakat yang merdeka dari penjajahan serta mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya. Read more…

SUGENG RAWUH MAHASISWA BARU 2009 FAKULTAS HUKUM UNS

Agustus 23, 2009 raza23 2 komentar

Assalamualaikum wr wb…

Sugeng rawuh alias Welcome temen – temen mahasiswa baru 2009 dari seluruh Indonesia. Selamat atas diterimanya temen- temen di kampus hijau UNS khususnya mahasiswa Fakultas Hukum.

Masa kuliah adalah masa istimewa karena merupakan awal untuk menuju kehidupan selanjutnya. Setelah 12 tahun menjadi siswa, menjadi mahasiswa tentu berbeda dengan imbuhan kata Maha di depannya. Kata Maha menunjukkan tingkatan yang paling tinggi  dalam menempuh pendidikan formal. Read more…

Categories: Artikel

AKSI DALAM MELAWAN KEKERASAN DAN TERORISME

Sikap Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Terhadap Tragedi Kemanusiaan Pengeboman di Mega Kuningan-Jakarta 17 Juli 2009 dan segala bentuk kekerasan yang terjadi di bangsa ini :

  1. Turut prihatin, duka cita, dan berbela sungkawa sedalam–dalamnya atas tragedi kemanusiaan ledakan Bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta pada Jumat 17 Juli 2009 yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa.
  2. Mengutuk keras kepada siapapun para pelaku dan dalang tragedi kemanusiaan tersebut sebagai penjahat kemanusiaan yang biadab untuk dihukum seadil-adilnya.
  3. Menyesalkan dan menuntut pertanggungjawaban lemahnya antisipasi aparat keamanan dan intelijen atas terulangnya kembali tragedi ledakan bom yang menimbulkan korban jiwa dan mencontreng citra Indonesia yang damai dan harmonis di dunia internasional.
  4. Menghimbau kepada Pemerintah dan semua pihak agar tidak berspekulasi dalam mengkaitkan peristiwa pengeboman yang terjadi di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta pada Jumat 17 Juli 2009 dengan pihak atau hal tertentu tanpa didukung oleh data dan fakta yang kuat.
  5. Mengutuk segala tindak kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat terhadap kader–kader HMI yang sedang berjuang menyerukan aspirasi secara demokratik (peristiwa Ambon, 14 Juli 2009 dan Palangkaraya, 12 Juni 2009).

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan sebagai penegasan bahwa setiap pelaku dan dalang kekerasan dan terorisme bukan saja berhadapan dengan hukum yang berlaku di Indonesia tetapi juga dengan HMI sebagai generasi muda Indonesia yang anti kekerasan dan terorisme.

Jakarta, 18 Juli 2009
HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

ARIP MUSTHOPA
KETUA UMUM

AHMAD NASIR SIREGAR
SEKRETARIS JENDERAL

Categories: Artikel