Nyumbang Gagasan
Bagi Anda yang memiliki gagasan yang mungkin sangat berguna bagi kami, disinilah tempat Anda menorehkan gagasan-gagasan Anda.
Atas pertisipasinya kami ucapkan terima kasih.
Bagi Anda yang memiliki gagasan yang mungkin sangat berguna bagi kami, disinilah tempat Anda menorehkan gagasan-gagasan Anda.
Atas pertisipasinya kami ucapkan terima kasih.

| asri di Melihat Kembali Dinamika Gerak… | |
| ayawaludin di ARIP MUSTOPHA TERPILIH SEBAGAI… | |
| ayawaludin di ARIP MUSTOPHA TERPILIH SEBAGAI… | |
| Arif naldi di HMI Dipo dan HMI MPO Isla… | |
| pipit puspita di HAK ASASI MANUSIA DALAM I… | |
| vian togas di Esensi Lembaga Pemasyarakatan … | |
| vian togas di Esensi Lembaga Pemasyarakatan … | |
| rEgINna di SEJARAH PERGERAKAN NASION… | |
| ressay di HMI Dipo dan HMI MPO Isla… | |
| ressay di MELIHAT FENOMENA PEDAGANG KAKI… |
hai teman2 quw HMI cabang solo, senang sekali saya melihat perkembangan signifikan yang dihasilkan oleh kauwand2 HMI cabang solo, dengan hadirnya website ini, . . saya adalah seorang anggota HMI dari komisariat FPMIPA IKIP PGRI SEMARANG, . . saya sangat mencintai organisasi ini dan semua temand2 didalamnya, . . namun saya agak kecewa dengan apa yang sering saya lihat dalam perjuangan HMI selama ini yang saya rasa sudah jarang sekali benar2 memperjuangkan nasib rakyat banyak, . . contohnya mengenai UU pornografi, . . kenapa sie HMI yang merupakan organisasi yang revolusioner, yang seharusnya bisa menjadi agen perubahan ” MERUBAH NASIB RAKYAT UNTUK JADI LEBIH BAIK” malah sibuk mengurusi UU pornografi yang saya rasa sangat minim manfaatnya untuk rakyat negara ini yang sedang kelaparan, memang saya setuju jika alasannya untuk memeperbaiki moral bangsa, tapi apakah cukup??? apakah dengan UU pornografi rakyat bisa kenyang??? karna bagi saya jauh lebih penting jika HMI menuntut penurunan harga BBM & SEMBAKO, karna itulah yang paling dibutuhkan rakyat kecil.
mohon maaf jika ada kata kata saya yang kurang berkenan tapi ini benar2 suara hati saya yang selama ini membuat saya gusar, tentang arah perjuangan organisasi, . . saya hanya seorang mahsiswa dari keluarga yang berada diantara rakyat kecil, dan selama ini tidak tahu kemana saya harus BERTERIAK!!! bila organisasi sya pun sudah tidak mau mendengar, . . dimana letaknya perisai keadilan yang telah ditegakan??? dimana letaknya torehan pena kebena??? dan dimana letakya panji kemanusiaan yang berkibar???
salam wa rahmah,
Nampaknya kegusaran Anda pun sama dengan keresahan yang selama ini dalam benak saya.
Saya pikir, tidak ada salahnya jika kawan-kawan berperang wacana mengenai Undang-Undang Pornografi. Beberapa kawan-kawan HMI Cabang bahkan sampai mengeluarkan pernyataan sikap mereka bahwa mereka mendukung Undang-Undang Pornografi. Untuk HMI Cabang Solo sendiri belum sempat untuk mengeluarkan pernyataan sikap.
Namun, jangan sampai perang wacana ini melupakan perjuangan di bidang lain. Jika kita melihat ke bawah, banyak sekali rakyat yang teriak, menggelepar, kurus kering karena mahalnya biaya hidup, naiknya BBM, mahalnya sembako.
Namun jika kita berbicara peran kita sebagai control sosial, kira-kira solusi apa yang dapat kita berikan sehingga keadaan pada rakyat bawah bisa menjadi lebih baik dari sekarang? Apakah dengan hanya teriak2 di jalan lalu semua masalah itu akan selesai?
Kawan, perjuangan tidak harus dengan turun ke jalan. Perjuangan tidak harus berteriak-teriak mencaci maki para pemimpin. Perjuangan tidak selalu melalui jalur demonstrasi, walaupun terkadang hal itu perlu.
Yang patut kita pertanyakan ialah solusi apa yang kira-kira bisa kita berikan?
wassalam.
Assl…., HMI kembali…, sudah tentu bukan karena reinkarnasi…., sudah tentu juga bukan karena wujud…., tapi mungkin mimpi2 indah tentang kejayaan masalah lalu yg membuat HMI kembali ?…., Khittah ?…, Aku jadi teringat masa 10 tahun lebih yg lalu. Mungkinkah kita (HMI) telah kehilangan “hakekat ruh”…., Ke-”sombong / angkuh”-an, harus dijauhkan dari benak dan ranah pkir kita. Ijo-Itam, ibarat jasad yag mati…, karena “ruh” yang menghidupkannya telah terbang terbawa angin…, entah kapan ruh itu akan kembali menghidupkan jasad ?…, Kita terlalu menggantungkan asa dan cita, namun pada ranting yang lapuk. Kita terbuai pada keindahan nilai, yang menggabungkan tiga landasan menguasai dunia “Nasionalitas-Religiusitas-intelektulitas”…., Kita (HMI) ibarata “ADA dan TIADA”…, Rasanya perjalanan panjang harus selesai, ketika “nilai” ditempatkan pada hal2 kecil. Aspek strategis hanya dapat berjalan, bilamana aspek taktis mulai dilakukan terlebih dahulu…., (Nanti disambung, lagi kalau teman-teman, cukup bijak merespon umpan dari komunitas pinggiran yang bodoh, miskin ilmu, sempit mengartikan Islam…”… Berpisah untuk kembali…!!!
ada yang menarik, ketika hymne HMI diawali dengan kata ‘bersyukur’, dan diakhiri dengan term ‘bahagia HMI’. ada pesan pesan yang ingin disampaikan, smoga…
Lalu maksudnya gimana?
seiring perkembangan melintasi konflik dan perusakan, rakyat jadi korban, kemiskinan merajalela, meninggalkan irisan-irisan yang tersayat…tentunya menggambarkan corak bangsa dan martabat bangsa semakin runtuh dihadapan umat dan negara lain…tentunya merupakan sebuah tanggungjawab nasionalisme yang sangat wajib diindahkan oleh semua umat dan masyarakat…kita tidak hanya untuk mengetahui sesuatu, tapi melakukan sesuatu atas apa yang sudah kita ketahui..
untuk itu, bergerak dengan iman, ilmu dan amal menggapai kemaslahatan ummat yang seyogyanya akan mengatasi segala permasalahan yang ada dalam bangsa ini…
perjuangan menentukan masa depan, pengkaderan akan insan-insan akademis khususnya perlu dibina dan dikembangkan untuk menopang masa depan yang lebih bermartabat….