Reklamasi Singapura

 

Reklamasi Singapura

 

Reklamasi atau perluasan wilayah dengan cara menguruk laut yang dilakukan Singapura telah menuai protes khususnya dari parlemen. Pasalnya sampai sekarang perbatasan wilayah Indonesia-Singapura masih belum jelas, dan SIngapura terkesan enggan membahas batas wilayah karena menunggu proyek reklamasi pantainya selesai. Detik Com memberitakan, sikap Singapura seperti ini menuai kegeraman Indonesia, mengingat proyek Reklamai baru akan selesai tahun 2030.

Ketua DPR RI Agung Laksono menilai jika Indonesia ingin protes bisa dengan caca melakukan pengusiran Duta Besar Singapura Ashok Kumar dan langkah itu sah-sah saja. Agung menyesalkan sikap Singapura tersebut. Sebab masalah batas wilayah selalu dijadikan alasan oleh negara itu untuk menunda-nunda perjanjian ekstradisi dengan Indonesia.

Mengenai proyek reklamasi sendiri, Indonesia telah mengeluarkan larangan ekspor pasir darat. Sebab pasir itu digunakan untuk melakukan pengurukan laut sehingga menambah luas wilayah Singapura. Saat ini garis pantai Singapura telah menjorok 12 km mendekati Indonesia. Singapura kesal atas keputusan tersebut karena proyek reklamasinya bergantung pada pasir Indonesia.

Namun apakah secara hukum reklamasi Singapursa itu sah? Hikmahanto Juwana, guru besar hukum internasional Universitas Indonesia, seperti dikutip Kompas, menyebutnya sah-sah saja. Alasannya karena sesuai dengan Konvensi Hukum Laut PBB (United Nations Convention on the Law of the Sea), reklamasi tidak akan menambah wilayah laut suatu negara. Karena itu, reklamasi merupakan wilayah buatan yang tidak memengaruhi batas wilayah Singapura. Kata Hikmahanto, wilayah suatu negara tetap dihitung berdasarkan tapak alamiahnya. Reklamasi Singapura hanya mengurangi luas wilayah laut Singapura sendiri. Menurut Hikmahanto, batas teritorial negara tidak dapat ditentukan secara sepihak tanpa melibatkan negara tetangga. Penentuan batas negara juga tidak dapat dilakukan dengan terburu-buru dan harus mempertimbangkan kepentingan jangka panjang negara.

Sementara itu, Kepala Divisi Advokasi Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia Gabriel G Sola menegaskan, peraturan pelarangan ekspor pasir ke Singapura harus ditingkatkan dari peraturan menteri perdagangan menjadi keputusan presiden. Meskipun dilarang, proses ekspor pasir diyakini masih terus berlangsung secara diam-diam dengan didukung oknum tertentu.

Jadi sebenarnya yang dikhawatirkan adalah pertama ketidakjelasan batas wilayah indonesia-Singapura. Jika reklamasi selesai, mungkin saja akan ada langkah Singapura untuk menambah luas wilayahnya. Diyakini ada indikasi keterkaitan antara ketidakjelasan perbatasan dua negara dan proyek reklamasi Singapura. Untuk itu, pemerintah Indonesia dituntut untuk bermain pintar menghadapi masalah ini.[]

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Februari 22, 2007, in Reportase. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Kerusakan besar telah terjadi di riau, baru santer terdengar sekarang padahal reklamasi telah terjadi krg lebih 40 tahun yang lalu …sungguh ironis !
    terlambat tuk sadari memang itulah indonesia…. daratan pulau nipah sudah berada dibawah permukaaan laut ….
    *kedaualatan kita dirambah
    *tanah air kita dihancurkan

    kebetulan saya baru coba teliti masalah ini….
    data-data baru semoga bisa ditampilkan !

  2. ok, di tunggu hasil penelitiannya. semangat kawan arif…!!!

  3. Reklamasi singapura telah menambah luasnya hingga mencapai 1/3 luas sebelumnya. Hasil dari reklamasi dibangun apartemen dan kondominium yang nantinya dibeli oleh orang-orang kaya dari Indonesia. Kalo mau ngecek, ada salah satu mal terbesar di Singapura (Suntec city)yang punya air terjun buatan didalamnya dan isinya orang indonesia, dibangun diatas tanah hasil reklamasi.Diplomat ayam sayur kita cuma bisa jalan-jalan, ga tau klo nantinya batas wilayah makin kecil dicaplok negara-negara perbatasan. Strategi diplomatik Indonesia dengan bebas aktifnya sama sekali tidak memiliki platform rencana kerja yang jelas. Tinggal tunggu aja bubarnya negara ini…

  4. duh singapur,, bertobatlah..mentang -mentang backingnya inggris ya???

  5. reklamasi pantai kegiatan sah..
    masalah perbatasan sudah jelas tertera pada kode etik tentang perbatasan internasional..
    masalahnya, seberapa kuat diplomat Indonesia melobi kuasa internasional nantinya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: