Isu Reshuffle Kabinet

Isu Reshuffle Kabinet

Musibah yang datang silih berganti, berbagai kecelakaan transportasi, ditambah kondisi ekonomi nasional yang belum juga membaik membuat membuat isu penggatian menteri semakin berembus kencang. Kali ini, isu reshuffle tampaknya lebih serius. Partai Keadilan Sejahtera (PKS), misalnya, menyatakan punya usulan menteri mana saja yang layak diganti apabila SBY memang jadi melakukan reshuffle. Kendati demikian, Presiden PKS Tifatul Sembiring menegaskan pihaknya tak pernah mengusulkan ke presiden melakukan pergantian kabinet. “Tim ekonomi kita kurang greget, masih ada pengangguran, kemiskinan merajalela dan sektor riil belum bergerak. Padahal kita punya sumber daya alam besar. PKS usulkan Menko perekonomian, Menteri Keuangan dan Menko Kesra untuk diganti,” ungkap Tifatul seperti yang dikutip Detikcom.

Sementera itu, Partai Amanat Nasional (PAN), sebagaimana dilaporkan Media Indonesia melontarkan pernyataan lebih tegas. Partai ini menilai reshuffle kabinet mendesak dilakukan saat ini terutama di bidang ekonomi karena rendahnya kinerja mereka untuk menggerakkan sektor riil. Namun, Ketua Umum DPP PAN Sutrisno Bachir, mengingatkan Presiden untuk tidak terpengaruh manuver politik dari orang-orang tertentu yang hanya mengincar jabatan. Sutrisno juga menyatakan reshuffle harus dilakukan dengan kriteria yang jelas mengenai kinerja seorang menteri. Ketidakjelasan kriteria hanya akan membuat pemerintah makin lemah. Menteri pengganti belum tentu bisa bekerja lebih baik. Selain itu, reshuffle yang tidak berdasarkan kriteria yang jelas akan membuat gejolak politik makin memanas. Pasalnya kabinet yang ada saat ini sebagian besar dari partai politik.

Pernyataan paling panas dilontarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menyatakan bahwa hampir separuh anggota Kabinet Indonesia Bersatu harus diganti jika Presiden Susilo Bambang berkeinginan meningkatkan kinerja kabinetnya. Menurut Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, seperti dikutip Republika, ada tiga hal yang menyebabkan pergantian kabinet harus dilakukan. Pertama, kinerja kabinet saat ini tidak memiliki “sense of crisis” dan “sense of emergency”. Kedua, rendahnya tingkat profesionalisme dari anggota kabinet dan ketiga rendahnya tingkat koordinasi antar kementerian.

Menurut PKB, di antara menteri yang harus diganti antara lain Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Saifullah Yusuf, kata Muhaimin, juga harus diganti karena selama ini dinilai PKB lebih sibuk berpolitik daripada menjalankan tugasnya selaku menteri. “Seorang kader partai yang berada di kabinet hendaknya tidak berpolitik praktis sehingga sulit berkoordinasi antar sektor. Jadi menteri politiknya negara, kan sudah teken kontrak,” katanya. Muhaimin menampik bahwa PKB mendorong dilakukannya reshuffle karena mengincar kursi menteri. Menurut dia, reshuffle sudah menjadi kebutuhan mengingat pemerintah saat ini sangat lamban dan kurang koordinasi.

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia 

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Maret 13, 2007, in Reportase. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: