Perkembangan Protes Resolusi DK PBB

Perkembangan Protes Resolusi DK PBB

Hingga hari ini, media-media pemberitaan di Indonesia terus memonitor berbagai perkembangan terkait protes-protes sejumlah kalangan terhadap keputusan pemerintah RI yang mendukung sanksi atas Iran. Liputan 6 SCTV melaporkan, sidang Paripurna DPR digelar siang tadi. Agenda utama adalah membacakan usulan hak interpelasi DPR terhadap sikap pemerintah yang mendukung Resolusi Nomor 1747 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang pemberian sanksi pada Iran. Dalam sidang ini akan diputuskan layak tidaknya usulan interpelasi itu dilanjutkan ke sidang Badan Musyawarah DPR. Sehari sebelumnya, sebanyak 132 anggota Dewan termasuk Ketua DPR Agung Laksono menandatangani usulan interpelasi itu

Sementara itu Republika melaporkan bahwa Tim Pembela Muslim (TPM), mewakili kalangan ulama seluruh Indonesia, akan mengajukan gugatan class action  terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait dukungan resolusi DK PBB pada Iran. Koordinator TPM, Mahendradatta, menganggap Presiden SBY telah melanggar prinsip politik bebas aktif yang termaktub dalam UUD 1945 dengan turut menyetujui resolusi. ”Gugatan ini merupakan penegasan kalangan ulama bahwa mereka tak menyetujui langkah pemerintah yang mendukung resolusi sanksi bagi Iran,” kata Mahendradatta.

Laporan lainnya disampaikan Detikcom yang memberitakan adanya ancaman dari Front Pembela Islam (FPI) untuk menduduki Gedung DPR jika usulan interpelasi anggota DPR terhadap pemerintah SBY yang mendukung resolusi 1747 Dewan Keamanan PBB terhadap Iran ternyata tidak serius. “Kami menuntut DPR segera mengajukan hak interpelasi kepada Presiden karena negara dalam bahaya,” kata Sekjen FPI Habib Faiz Alatas kepada Ketua DPR Agung Laksono di Lantai III Gedung Nusantara III DPR/MPR, Senayan, Jakarta, hari ini.

Sementara itu Mantan Ketua MPR Amien Rais menyindir sikap pemerintah RI yang mengklaim masih tetap memegang teguh kebijakan luar negeri bebas aktif dalam masalah nuklir Iran tersebut. Menurut Amin, seperti dikutip Jawapos, “bebas aktif” di sini artinya bebas di bawah bayang-bayang Amerika dan aktif di bawah Washington. Amin juga sempat bernazar jika DPR berhasil meloloskan usul interpelasi, ia akan menyembelih ayam dua ekor.

Masih terkait perkembangan perkembangan protes, Tajuk Rencana Republika menyatakan adanya perubahan sikap yang sangat dramatis dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Bagaimanapun, Indonesia yang terpilih menjadi anggota DK PBB atas sokongan negara-negara Asia dan Islam, termasuk Iran, malah mendukung sebuah resolusi atas pengembangan nuklir yang Indonesia yakini bukan untuk kepentingan perang.

Menurut Republika, alasan yang disampaikan pemerintah tidak masuk akal. Menlu Hasan Wirajuda mengatakan bahwa  jika menolak atau abstain, maka Indonesia takkan bisa memasukkan pandangan-pandangan Jakarta ke dalam resolusi. Pandangan itu, pertama adalah mendukung pengembangan nuklir untuk kepentingan damai, dan kedua, membebaskan kawasan Timur Tengah dari senjata nuklir. Hanya saja, pandangan pertama itu kontradiktif dengan keyakinan Indonesia selama ini bahwa nuklir Iran memang untuk tujuan damai. Pandangan kedua menjadi hampa karena seluruh dunia tahu selama ini Israel adalah pemilik senjata nuklir –yang diakui terang-terangan oleh perdana menterinya pada tahun lalu– dan tak pernah ada satu resolusi pun untuk nuklir negara itu.

Jadi, alasan yang tampak lebih masuk akal dari perubahan sikap itu adalah kontak tiga kali Pemerintah RI dan AS. Pertama, telepon langsung Presiden George W Bush kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Kedua, telepon Menlu AS Condoleezza Rice kepada Menlu Hassan Wirajuda. Ketiga, pertemuan Rice dengan Wirajuda di New York. Semua terjadi hanya dalam beberapa hari pada pekan lalu.

Sementara itu pengamat politik ternama Timur Tengah Riza Sihbudi dalam kolom Opini Republika menyatakan bahwa seharusnya kita mampu merenungkan, sejumlah pertanyaan berikut. Pertama, dukungan RI pada resolusi DK PBB sama artinya dengan dukungan kita –baik langsung maupun tak langsung– terhadap rencana dan ambisi Bush untuk menyerang Iran. Kita memang bisa berargumen macam-macam, namun bagi Bush, resolusi itu jelas dianggap sebagai bentuk ‘restu’ bagi serangan ke Iran. Ini mestinya bisa kita lihat dari awal. Apakah kita sudah melupakan tragedi 2003, ketika dengan berbagai cara licik Bush dan kaum neokonservatif AS ‘memanfaatkan’ PBB untuk menghancurkan Irak?

Kedua, kita semua mengetahui bagaimana kehancuran yang dialami negara dan bangsa Irak. Di Irak para penjajah dengan leluasa mengadu domba umat Sunni dan Syiah. Berapa ratus ribu warga sipil yang menjadi korban keganasan para serdadu Bush? Apakah kita masih ingin menambah daftar penderitaan warga tak berdosa demi memuaskan nafsu dan ambisi seorang George W Bush?

Berikutnya, seperti dikatakan Din Syamsuddin, jika kita menentang nuklir Iran kenapa kita tidak pernah mempersoalkan bom-bom nuklir Amerika dan Israel? Bukankah semua nuklir juga berbahaya? Apakah kita masih menganggap negara-negara seperti Iran merupakan bangsa yang ‘kurang beradab’ sehingga tidak berhak memiliki teknologi nuklir?[]

Sumber: IRIB Bahasa Indonesia

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Maret 30, 2007, in Reportase. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: