FH UNS Belum Siap Menerapkan KBK

FH UNS Belum Siap Menerapkan KBK 

Beberapa waktu yang lalu tepatnya hari Rabu tanggal 14 maret 2007, dilaksanakan sebuah diskusi bersama dalam wadah Forum Diskusi Mahasiswa (FDM) dengan mengangkat tema KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI mari kita sadari , Diskusikan ,dan Bergerak. Didalam forum, yang buat atas inisiatif beberapa mahasiswa FH, ini seluruh mahasiswa dapat terlibat aktif baik mewakili institusi maupun tidak, forum insidental ini dimaksudkan untuk dapat menumbuhkan semangat kebersamaan mahasiswa dalam kehidupan kampus, sehingga komunikasi lintas angkatan dan antar mahasiswa baik yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) atau tidak, dapat berkumpul bersama atas nama mahasiswa, mendiskusikan suatu wacana yang berkembang di kampus maupun di luar kampus/umum.

Mengingat seringkali pembahasan melalui diskusi-diskusi mengenai permasalahan kampus/luar kampus tidak sampai kepada masyarakat akar rumput dalam hal ini adalah mahasiswa non struktural . Sehingga permasalahan yang ada seolah hanya milik sebagian mahasiswa yang tergabung dalam institusi perwakilan saja. Hal ini sangat disayangkan apabila dilihat dari sisi penyebarluasan informasi, kesempatan berkumpul, dan hak penyampaian gagasan oleh mahasiswa akar rumput.

“Iklim diskusi yang kering di fakultas hukum tercinta ini menggelitik dari kami untuk mencoba membuat sebuah terobosan kecil melalui pembentukan forum bersama yang nantinya dapat menjalarkan budaya diskusi bagi mahasiswa-mahasiwa khususnya di luar UKM. Sehingga budaya intelektual mahasiswa ini dapat terbangun dan menjalar sebagai sebuah culture.” Ujar Arif Maulana, ketua angkatan 2005.

PESERTA
Diskusi yang membahas KBK ini dikuti oleh kawan-kawan mahasiswa FH yang terdiri dari perwakilan-perwakilan UKM dan mahasiswa angkatan.

DEMA mendukung Forum Diskusi Mahasiwa (FDM)
Dalam diskusi yang dilaksanakan Rabu,14 maret 2007 itu, perwakilan dari DEMA menyampaikan dukungannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan seperti ini adalah kegiatan yang bagus dan perlu dikembangkan kedepannya.

Hasil kajian Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dalam FORUM DISKUSI MAHASISWA (FDM) yang diselenggarakan Rabu, 14 Maret 2007 didepan BEM FH UNS
DASAR HUKUM KBK
Keberadaan Kurikulum KBK mengacu pada peraturan Sk Mendiknas 232 dan SK Mendiknas nomor 045 tahun 2002 yang ini memperkuat perlunya pendekatan KBK dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi.

HASIL
Wacana mengenai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Fakultas hukum bergulir semenjak masuknya angkatan baru tahun 2005 hingga angkatan berikutnya 2006, tak pelak mahasiswa atas yang mencoba memperdalam mata kuliah semester awal akan ikut juga terbawa sistem. Masih berjalannya sistem pendidikan KBK sampai saat ini pastinya memberikan dampak bagi civitas academica Fakultas Hukum UNS tercinta ini baik positif maupun negatif.

Dalam Diskusi yang mencoba mendialektikakan penerapan KBK di fakultas ini, yang muncul dalam perbincangan dengan kawan-kawan mahasiswa lebih mengarah kepada dampak-dampak negatif terhadap pelaksanaannya di FH daripada sisi positifnya. Hal ini terkait dengan fakta yang terjadi di lapangan meskipun sebenarnya terdapat nilai-nilai pengharapan yang bagus dalam sistem ini.

Beberapa hal yang terangkum dalam cakupan umum yaitu, bahwa pelaksanaan sistem KBK di fakultas hukum UNS tidak berjalan semestinya, terdapat kesenjangan yang lebar antara realitas dan idealita konsep KBK.

  • Terindikasi Dekanat dalam hal ini sebagai stakeholder kebijakan tidak siap dalam pelaksanaan sistem KBK di FH. Kurikulum dilaksanakan hanya berdasarkan perintah “atasan” berwujud SK yang itu sebenarnya dapat ditolak keberlakuannya atau ditangguhkan sesuai dengan kondisi kampus. Barangkali KBK sendiri apa kita juga lum paham ??? yang penting KBK….demikiankah? Ketidaksiapan tersebut terlihat dalam: Fasilitas (jelas per kelas >100 orang ????), SDM yang meliputi <Pengajar yang berkompeten dan tahu KBK itu sendiri ???> terbukti ditemukan beberapa dosen tidak tahu kelas yang diampunya KBK atau bukan?..ANEH BUKAN…. ??, Kreativitas sebagian dosen kurang dalam mengajar (Konvensional), lebih parahnya lagi mahasiswa ikut-ikutan malas diskusi, bertanya dan membaca juga… !!?
  • Konsep KBK yang mengedepankan semangat otonomi belajar mahasiswa dengan cita –cita munculnya kesadaran aktif mahasiswa dengan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik sehingga diharapkan mampu menghasilkan mahasiswa yang memiliki kompetensi, hanya diadopsi setengah-setengah . Hal ini ditakutkan hanya akan menjadi utopia sebelum kurikulum diubah lagi. hal ini terbuktiti dari: adopsi konsep KBK hanya terletak pada sistem penilaian saja (aspek kognitif), apakah demikian KBK terlebih transparansi nilai kadang tidak jelas.
  • Kompetensi yang diharapkan pakah ukurannya? Adakah perbedaan antara mahasiswa dengan kurikulum sebelum KBK dan yang menggunakan KBK? Ada!, Yang tidak menggunakan sistem KBK nilainya lebih bagus karena relatif lebih mudah.

Dari permasalahan diatas beberapa tawaran solusi diajukan kawan-kawan peserta diskusi diantaranya:

  1. Perlunya Sosialisasi lebih (Sampai ke akar rumput) terkait kurikulum KBK ini baik mahasiswa maupun dosen
  2. Perlunya evaluasi mengenai penerapan kurikulum KBK yang sampai saat ini belum pernah dilakukan.
  3. Kedepan dibentuk tim monitoring yang akan mengawal pelaksanaan KBK yang berasal dari (Mahasiswa, Dosen, Dekanat)
  4. Harus ada rencana desain dari dekanat mengenai keberlangsungan kedepan (Konsep dan beberapa tahun kedepan) penerapan KBK.Meskipun akan ganti kurikulum

Setitik air hasil pembahasan diskusi diatas hendaknya dapat menjadi perenungan bagi kita semua (Dekanat,Dosen, TU, Mahasiwa dkk) sebagai bagian dari kesatuan sistem yang bernama Fakultas Hukum untuk menjalankan kurikulum KBK, sebagai konsekuensi dari pengadopsian penerapannya di FH. Terutama kehendak dari para pihak pengampu pendidikan yaitu Dekanat dan jajaranya.
Dari hasil diatas kita ketahui ada permasalahan dari kurikulum KBK dan penerapannya di FH UNSyang penting dikaji serius dan dilaksanakan solusi yang terbaik untuknya.

Pemakluman adalah bentuk toleransi pertama dari keberadaan peradaban indonesia yang kacau ini, namun perubahan yang nyata meskipun tertatih dan dimulai sedikit-demi sedikit sangat diharapkan demi kemjuan kita bersama, civitas acedemica FH UNS terutama MAHASISWA. [REDAKSI]

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on April 8, 2007, in Reportase. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: