Presidium KAHMI: Soal Nuklir Iran, Indonesia Sudah Terseret Skenario AS

 Presidium KAHMI: Soal Nuklir Iran, Indonesia Sudah Terseret Skenario AS 

 

pic121.jpgPresidium atau Ketua Harian Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Dr. Ir. Abdul Asri Harahap, SE, MM, menilai dukungan Indonesia atas Resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1747 yang menjatuhkan sanksi tambahan pada Iran, sebagai bentuk ketidakmampuan para diplomat Indonesia di kancah hubungan internasional.

Ia menyatakan, Indonesia seharusnya bersikap tegas dalam masalah nuklir Iran, tanpa harus mendukung agenda Barat.

Berikut wawancara Eramuslim dengan Presidium dan Ketua KAHMI, di sela-sela dialog bersama duta besar Iran di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (27/3).

Bagaimana seharusnya sikap tegas Indonesia atas resolusi DK PBB itu?

Seharusnya Indonesia menentang, walaupun sendiri. Untuk menunjukkan bahwa Indonesia benar-benar memiliki sikap yang konsisten, bahwa program nuklir Iran itu untuk tujuan damai. Karena pada gilirannya Indonesia sendiri akan membutuhkan nuklir untuk kepentingan bangsa ini, nanti kalau kemudian kita membuat nuklir untuk kepentingan kesejahteraan bangsa ini, diberikan sanksi oleh dunia internasional (PBB), itu kan menjadi bumerang bagi kita karena telah mendukung resolusi itu.

Di sinilah kelemahan dan mencla-menclenya diplomasi Indonesia, ketidakmampuan diplomat-diplomat kita di sana. Mereka tidak memperhatikan bagaimana sebenarnya aspirasi masyarakat Indonesia, hanya melihat kepentingan diplomasi pada kondisi dan saat itu saja, itu tidak bisa. Seharusnya Indonesia tidak abstain, tapi tetap tidak setuju dengan resolusi itu.

Sikap abstain pun tidak menunjukkan ketegasan Indonesia, apalagi saat ini Indonesia menjadi anggota DK PBB?

Itu tidak menunjukan sikap, sikap kita harusnya menentang meskipun hanya sendiri. Tegakanlah kebenaran itu walaupun hanya sendiri. Abstain itu saja tidak benar, harusnya kita tidak menyetujui nuklir Iran dibawa ke DK PBB. Buktikan sikap konsisten kita, kalau memang itu untuk tujuan damai, kita tidakmenentangnya.

Melihat kasus ini, bagaimana dengan posisi Indonesia sebagai salah satu anggota DK PBB, anda optimis Indonesia bisa membela kepentingan negara-negara Islam?

Untuk kasus ini Indonesia tidak ada manfaatnya, tapi mudah-mudahan untuk kasus-kasus lain Indonesia dapat menunjukan jati dirinya. Untuk kasus Iran, Indonesia betul-betul mengecewakan, tidak bisa memberikan manfaat apa-apa untuk bangsa ini, buktinya reaksi masyarakat sangat meluas.

Untuk isu nuklir Iran ini, apa kira-kira lobi-lobi AS pada Indonesia sehingga mempengaruhi proses pengambilan keputusan?

Lobi pasti ada, tapi sejauhmana lobi itu mempunyai efektivitas dan manfaat apa, itu yang kita pertanyakan. Dalam hal ini kita hanya mengikuti skenario Amerika, Indonesia hanya berada di bawah ketiak Amerika.

Ada pendapat yang mengatakan dukungan ini mencerminkan kepentingan jangka pendek dari pemerintahan SBY, pendapat anda?

Ya, untuk mengikuti maunya Amerika yang memang sudah bernafsu besar untuk menghukum Iran, itu dari dulu. Belum kering air ludah kita mengatakan nuklir Iran untuk tujuan damai, tapi kita sudah sangsi. Sikap Indonesia ini sudah memalukan, itu bukan sikap seorang yang jantan.

Sumber: Eramuslim

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on April 8, 2007, in Reportase. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. jelas sekali, diplomat indonesia itu menggunaka filosofi “anjing”. amerika itu banyak uangnya —dolar lagi—maka si diplomat anjing itu, karena lihat dolar air liurnya keluar terus. Anjng itukan suka mengendus2, klo lapar menggonggong, klo kenyang diam? dasar doplomat anjing, he he he he he

  2. mau tanya..apakah HMI sastra (m iqbal) masih eksis..

    ndak punya blog ya ?

  3. sepanjang yang saya ketahui HMI M Iqbal gak eksis lagi. kok tau?

  4. wah yang bener aja…memalukan sejarah HMI Sastra neh…

  5. kepada temen temen..yang kenal dan kontak dengan alumi hmi dari sastra ( M. IQBAL) maupun anggota tolong sampaikan informasi : telah hadir miis untuk alumni dan kader aktif HMI IQ BALL…

    salam

    moderator milis

    hmiiqbalnet@yahoogroups.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: