Inilah pagiku…

Inilah pagiku…

Oleh: Maspati winarto

Seminggu sudah aku tinggal di kost-kost-an. Ini adalah pengalaman baru. Untuk pertama kalinya aku harus berpisah dari bapak dan ibu. Adaptasinya cukup sulit juga. Tiap lima jam sekali aku nelpon rumah. Sekedar say hello sama mami and papi. Padahal dari kelas 2 SMU keinginan untuk segera kuliah, bebas dari omelan mami dirumah terus menggebu. Eh setelah benar-benar kejadian ternyata susah juga ya. Dua malam pertama aku gak bisa tidur. Terpikirkan kamar besarku, sprai bermotif Inter Milan dan sejuknya hembusan kipas angin kamarku.

Pagi ini,… tentu berbeda.
Jam 04.30 selesai solat subuh aku sudah mengambil peralatan mandi. Ini adalah hari pertamaku masuk kuliah. Terbayangkan berjuta hal baru yang selama ini aku impikan sebentar lagi menjadi kenyataan.
Rambut gondrong (tanpa ditegur guru), pakaian bebas, celana jeans… ikutan demo…hehehe… Selamat tinggal putih abu-abu. Tiga tahun cukup sudah menemani perjalanan panjangku menempuh studi SMU. Terimakasih pula karena telah menemani jalan-jalanku bersama Sinta. Cinta monyetku yang kini harus terpisahkan… kebetulan dia diterima di sebuah perguruan tinggi swasta di Jogja.
Pagi ini,… tentu berbeda.
Ini adalah hari pertamaku masuk kuliah. Hari pertama harus kulalui dengan semangat prima. Segala persiapan yang semalaman kukemas rapi di tas ransel sudah siap di meja kamar kost. Kamar sederhana yang terlihat masih rapi. Hanya ada dipan (ranjang dari kayu) ukuran sedang, meja kecil dan sebuah almari pakaian terbuat dari rangka besi berbalut kain.
Pukul 06.00 setelah melahap beberapa sisir pisang dan nasi bungkus dari ibu-ibu penjaja keliling aku berangkat ke kampus melewati sang-sang sempit. Kebetulan mas Dories dan Kang Adi mau ke kampus juga. Katanya sih mau sambut maru. Jadi aku tinggal ngikut aja alur jalannya.
Sekedar ngasih gambaran, mas dories itu orangnya agak tinggi, rambut sebahu dikuncir rapi dan kalau ngomong wah cepetnya minta ampun. Bukan hanya itu, cowok yang satu ini pinter banget meramu bahan pembicaraan. Mulai dari soal musik, olahraga sampai masalah psikologi remaja dan materi perkuliahan semua nyambung. Tambah lagi referensi bacaannya yang seabrek.
Yang satu lagi Kang adi, tipe pendiam tapi jago kalau ngomongin masalah-masalah kuliahan. Orangnya agak langsat, rambut ikal pakai kacamata. Kalau saja matanya agak sipit mungkin mirip banget sama Soe Hok Gie. Gaya pakaiannyapun sama. Celana jeans, sepatu cats, jaket kain tebal khas aktivis, ditambah rambut spike agak acak. Kalau ngomong cool banget.
Pagi ini Kang Adi kayaknya agak lesu. Matanya juga agak sayu. Maklum semalaman aku lihat sampai subuh banget dia sama temen-temennya ditodong untuk ngajarin masalah hukum waris dalam islam.
Singkat kata pokoknya dua orang ini tipe anak organisasi banget. Tapi yang aku salut, meski anak organisasi, mereka ni gak kuper-kuper amat. Penampilan gaul, rapi tapi kalau disuruh ngomongin soal kuliahan nggak kalah ama yang gaya pakaiannya perlente abis. Apalagi kalau diajak bicara soal agama wah Iip Wijayanto ampe Ust. Abu Abdillah LC (ustadz masjid samping kost-kost-anku) lewat dah. Dalilnya semua keluar.

Pagi ini… tentu berbeda…
10 menit perjalanan melewatu beberapa gang sempit dan lorong kecil samping STSI aku sudah sampai di depan gedung Fakultas Hukum. Ternyata aku bukan orang pertama yang sampai di kampus. Kawan-kawan lainnya bahkan sudah berjajar rapi lengkap dengan atribut OSPEK dan seragam serba putih. Yang perempuyan memakai pita merah di ikatan rambutnya. Beberapa yang memakai jilbab melingkarkannya di kepala. Aku sendiri mengikatkan pita mjeraj itu di lengan sebelah kiri. Persis seperti pengumuman yang kudapatkan tiga minggu yang lalu saat pengumuman penerimaan mahasiswa baru. Wah-wah-wah ini mau kuliah apa latihan baris berbaris ya…he..he..he…
Belum sempat aku menghela nafas kakak-kakak senior dengan suara lantang sudah menyuruhku masuk ke barisan upacara. Mas Dories dan Kang Adi sendiri sudah duluan masuk dalam barisan panitia. Mereka terlihat sibuk berbincang kesana-kemari. Aku sendiri sudah harus disibukkan dengan aktivitasku menata diri dalam barisan.
Ini adalah OSPEK hari pertamaku. Kata mas-mas yang satu kos-kosan kemarin pokoknya kalau mau aman-aman aja pas OSPEK rumusnya sederhana. Ngikut aja apa kata mereka. Disuruh apapun manut aja…
Eh mas-mas… kita kan anak-anak fakultas hukum. Masak harus manut tanpa alasan. Bukankah kita ni yang mestinya harus paling kritis dan sadar hukum. Pikirku sih.

Pagi ini tentu berbeda.. bagi kawan-kawan
Kawan-kawan nikmati saja dan selamat bergabung dengan kita semua.
Selamat menjadi bagian kecil dari perubahan dan perjuangan hukum yang akan kita arungi.

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Agustus 22, 2007, in Sastra. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: