Melihat Kembali Dinamika Gerakan Mahasiswa

Melihat Kembali Dinamika Gerakan Mahasiswa
Oleh: Adie Usman Musa

 

Keberadaan mahasiswa di tanah air, terutama sejak awal abad ke dua puluh, dilihat tidak saja dari segi eksistensi mereka sebagai sebuah kelas sosial terpelajar yang akan mengisi peran-peran strategis dalam masyarakat. Tetapi, lebih dari itu mereka telah terlibat aktif dalam gerakan perubahan jauh sebelum Indonesia merdeka. Sebagai anak bangsa yang secara sosial mendapat kesempatan lebih dibandingkan dengan saudaranya yang lain, mahasiswa kemudian menjadi penggerak utama dalam banyak dimensi perubahan sosial politik di tanah air pada masanya. Aktivitas mahasiswa yang merambah wilayah yang lebih luas dari sekedar belajar di perguruan tinggi inilah yang kemudian populer dengan sebutan “gerakan mahasiswa”.

Download File: melihat-kembali-dinamika-gerakan-mahasiswa.doc

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Agustus 23, 2007, in Makalah. Bookmark the permalink. 28 Komentar.

  1. Ya bagi saya organisasi gerakan mahasiswa ga sekedar ngomong. Di sini saya sekedar mengomentari opini Gerakan dari teman-teman KAMMI Bandung beberapa waktu yang lalu; yang isinya kurang lebih sebagao berikut. “Terkait dengan wacana tentang kepemimpinan kaum muda, sudah sejak
    lama didengungkan, klo gak salah sejak bang Akbar Zulfakar.
    Sepengetahuan saya teman-teman KAMMI Bandung telah berbicara dan medengungkan
    wacana kepemimpinan kaum muda sejak tahun 2004 dan kemaren tanggal 28
    oktober 2007 dengan mengadakan konsolidasi dengan gerakan lain di
    Bandung dengan tema “Junta Pemuda” yang intinya anak muda mesti
    merebut kepemimpinan Jawa Barat (khususnya) dan Indonesia pada
    umumnya. Dan sebelum melakukan Deklarasi Junta Pemuda, memurut info dari salah satu kader HMI Cabang Bandung yang kebetulan hadir) pun ada
    diskusi tentang Junta Pemuda yang mengisi adalah EKO ARIF (pergerakan
    Indoensia ), CECEP DARMAWAN (Dosen FISIP UPI),Telekonference dengan
    Fazlurrahman dan dengan DENI Prayitno 9Perwakiltan KAMMI Teritorial IV). Bahkan untuk follow up nya KAMMI akan menginisiasi untuk mengadakan
    konvensi pemuda untuk melahirkan calon pemimpin Jawa Barat yang akan
    disusung oleh KAMMI dan gerakan kemepudaan Jawa Barat. Untuk calon
    Gubernur versi pemuda, mudah-mudahan bisa lolos lewat calon independen

    Jadi intinya kita KAMMI tidak latah dengan kepemimpinan kaum muda. Sejak dahulu KAMMI telah berbicara tentang kepemimpinan kaum muda

    Tuk teman-teman KAMMI, saya kira gagasan teman-teman cukup cerdas, saat di mana gerakan mahasiswa sekarang masih tidur dan bahkan terlibat ‘makan rakyat’ dengan penguasa.

    Tapi ga sekedar itu teman-teman. Saya mengusulkan, semua gerakan yang pro rakyat untuk menyatuhkan langkah dalam gerakan Anti Kemiskinan-Anti Kebodohan. Rakyat hari ini tidak sekedar membutuhkan Kaum Muda atau apapu istolahnya; yang penting bagi rakyat adalah : Bebas dari kungkungan pemerintah atau penguasa yang tidak pro rakyat; kebijakan yang anti rakyat. Titik. Bagi sahabat-sahabat HMI juga, anda ga sekedar berwacana, GOLKAR adalah musuh Gerakan Mahasiswa. Penyebab bangsa ini terpuruk ada;ah karena GOLKAR. Berapa banyak pengurus GOLKAR yang masuk dalam penjara; tapi mengapa kita malu-malu untuk melawan GPLKAR?
    Untuk itu, jika ingin memerdekakan Indonesia dari kebodohan dan kemiskinan caranya adalah :
    1. BUBARKAN Partai GOLKAR
    2. Hentikan Kaderisasinya di seluruh lini kehidupan.
    3. Kembalikan aset-asetnya untuk rakyat banyak.

    Karena GOLKAR lebih jahat daripada aliran sesat, TERORIS dan sejenisnya.

    Salam Rakyat Indonesia = Rakyat Anti GOLKAR

  2. Yusuf Kalla dan Kehancuran GOLKAR 2009

    Bagi saya GOLKAR adalah Yusuf Kalla. Dan saat ini Yusuf Kalla telah gagal mengurusi Indonesia; Karena itu dia tidak layak mengurusi Indonesia. Karena Yusuf Kalla adalah Ketua Umum GOLKAR, bisa dipastikan bahwa GOLKAR tidak boleh mengikuti PEMILU 2009. Karena GOLKAR lebih berbahaya daripada TERORIS, Aliran sesat dan lain-lain.
    Untuk itu, kepada seluruh elemen rakyat agar satukan tekad dalam gerakan ANTI KEBODOHAN-KEMISKINAN yang disebabkan oleh GOLKAR. Karena ketahuilah, Indonesia hancur karena GOLKAR. Rakyat menderita karena ulah politisi atau elit GOLKAR yang korup. Sehingga rakyat miskin tetap terus menderita.
    Salam juang; selamat MEMBUBARKAN GOLKAR!

    Salam Rakyat Indonesia

  3. Yusuf Kalla dan Kehancuran GOLKAR 2009

    Bagi saya GOLKAR adalah Yusuf Kalla. Dan saat ini Yusuf Kalla telah gagal mengurusi Indonesia; Karena itu dia tidak layak mengurusi Indonesia. Karena Yusuf Kalla adalah Ketua Umum GOLKAR, bisa dipastikan bahwa GOLKAR tidak boleh mengikuti PEMILU 2009. Karena GOLKAR lebih berbahaya daripada TERORIS, Aliran sesat dan lain-lain.
    Untuk itu, kepada seluruh elemen rakyat agar satukan tekad dalam gerakan ANTI KEBODOHAN-KEMISKINAN yang disebabkan oleh GOLKAR. Karena ketahuilah, Indonesia hancur karena GOLKAR. Rakyat menderita karena ulah politisi atau elit GOLKAR yang korup. Sehingga rakyat miskin tetap terus menderita.
    Salam juang; selamat MEMBUBARKAN GOLKAR!

    Salam Rakyat Indonesia…

  4. Yusuf Kalla dan Kehancuran GOLKAR 2009

    Bagi saya GOLKAR adalah Yusuf Kalla. Dan saat ini Yusuf Kalla telah gagal mengurusi Indonesia; Karena itu dia tidak layak mengurusi Indonesia. Karena Yusuf Kalla adalah Ketua Umum GOLKAR, bisa dipastikan bahwa GOLKAR tidak boleh mengikuti PEMILU 2009. Karena GOLKAR lebih berbahaya daripada TERORIS, Aliran sesat dan lain-lain.
    Untuk itu, kepada seluruh elemen rakyat agar satukan tekad dalam gerakan ANTI KEBODOHAN-KEMISKINAN yang disebabkan oleh GOLKAR. Karena ketahuilah, Indonesia hancur karena GOLKAR. Rakyat menderita karena ulah politisi atau elit GOLKAR yang korup. Sehingga rakyat miskin tetap terus menderita.
    Salam juang; selamat MEMBUBARKAN GOLKAR!

    Salam Rakyat Indonesia!

  5. Terima kasih atas komentarnya yang terlihat menggebu-gebu sekali layaknya seorang orator sedang berorasi di tengah-tengah lautan massa pendemo.

    Sebelumnya, saya ingin bertanya kepada Anda. Apakah benar Anda adalah kader KAMMI?

    Saya mohon izin untuk mencoba menjawab sendiri pertanyaan saya tersebut. Dari komentar Anda di weblog saya, nampak sekali Anda adalah kader KAMMI. mohon diluruskan jika memang salah.

    Ada satu pertanyaan lagi yang ingin saya ajukan, yaitu, “Apakah komentar Anda di sini untuk menyambut datangnya pemilu 2009 nanti dan untuk membantu Partai Keadilan Sejahtera dalam melakukan kampanye?”

    Selanjutnya, saya ingin sekedar mengungkapkan keheranan saya atas komentar Anda di atas. Komentar Anda di atas, menurut pandangan saya, hanya sebatas propaganda, bukan suatu hal yang ilmiah. Tetapi saya hargai itu, karena propaganda Anda itu telah berhasil memancing saya untuk mengajukan beberapa pertanyaan dan pendapat saya.

    Dari komentar Anda di atas, terkesan Anda amat sangat membenci GOLKAR?

    Hal itu terbukti dengan komentar Anda yang menyerukan membubarkan GOLKAR, menghentikan kaderisasinya.

    Ada beberapa pertanyaan yang akan saya ajukan:

    1. Mengapa Anda mengatakan bahwa GOLKAR adalah Musuh Gerakan Mahasiswa? Apa argumen Anda untuk itu?

    2. Apa hubungannya antara banyaknya pengurus GOLKAR yang masuk dalam penjara dengan sikap kita untuk melawan GOLKAR? Apakah hanya karena banyaknya pengurus GOLKAR yang masuk penjara sehingga kita diharuskan melakukan perlawanan terhadap GOLKAR?

    3. Anda mengatakan bahwa penyebab bangsa ini terpuruk adalah karena GOLKAR. Apa salah GOLKAR sehingga mengakibatkan bangsa ini terpuruk?

    4. Mengapa GOLKAR lebih berbahaya dari aliran2 sesat bahkan terorisme?

    5. Mengapa Anda berpendapat bahwa GOLKAR=Yusuf Kalla?

    6. Menurut Anda bahwa Yusuf Kalla telah gagal mengurusi Indonesia. Sepanjang yang saya ketahui, Yusuf Kalla itu khan Wakil Presiden tuh. Lalu bagaimana dengan SBY-nya selaku Presiden RI? Apa telah gagal juga mengurusi Indonesia? Mengapa Anda tidak mengangkat SBY di forum ini? Mengapa yang Anda angkat hanya Yusuf Kalla? apa karena Partai Keadilan Sejahtera memiliki sentimen pribadi terhadap GOLKAR dan Partai Keadilan Sejahtera berkoalisi dengan Partai Demokrat?

    7. Pertanyaan terakhir dan mungkin ada pendapat dari saya.

    Mengapa kawan-kawan KAMMI dan pergerakan mahasiswa lain mengusung slogan kepemimpinan kaum Muda? saya pikir kawan-kawan KAMMI itu semuanya Muslim, lebih khusus lagi Muslim Sunni. Bukankah dalam keyakinan Sunni bahwa memang Ali bin Abi Thalib yang pantas untuk menjadi khalifah setelah Rasulullah, tetapi karena pada saat itu Ali bin Abi Thalib itu masih muda dan ada Abu Bakar yang lebih tua, maka dipilihlah Abu Bakar untuk menjabat sebagai khalifah sepeninggal Rasulullah.

    Apa yang mengakibatkan kawan-kawan mengajukan pemimpin muda untuk memimpin bangsa ini? bukankah dahulu Ali yang lebih muda dari Abu Bakar gagal menjadi khalifah karena Abu Bakar lebih tua dari dirinya?

    Mohon maaf jika pertanyaan saya terlalu banyak. Semoga Anda tidak pusing untuk menjawabnya. Saya mempersilakan Anda untuk meminta bantuan kepada kawan-kawan KAMMI yang lain untuk sekedar membantu Anda dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan saya di atas.

    Salam bagi Rakyat Indonesia…!!
    Semoga kita semua lekas tercerahkan, bukan hanya dogma-dogma murahan dari ulama-ulama saja yang kita dapatkan.

    Selamat membubarkan Lembaga, Organisasi, Partai Pendogma…!!!!

  6. Assalamualaikum wr wb..

    Perkenankan saya untuk mengikuti perdebatan kawan-kawan. ada kepentingan-kepentingan kelompok golongan partisan. Apalagi menjadi alat legitimasi praksis gerakannya.

    Jika kita mengatasnamakan gerakan mahasiswa, kelompok penekan krtis maka selayaknya kita berdiri di posisi independent. Berpihak pada kebenaran. Bukan semata menjadi splitpa

    Pertama adalah simplikasi persoalan jika anda mengatakan keterpurukan bangsa ini disebabkan karena Golkar. Tentu kita harus melihat persebaran saat ini. Anggap bahwa Golkar adalah bajunya maka sebenarnya para pemakai baju tersebut di tahun tahun dahulu telah berlomba untuk menyulam baju kekuasaan baru lewat beragam partai politik dan kelompok kepentingan. Ini tentu saja untuk bisa berkamuflase dengan jaman.
    Mengidentikkan orde baru dengan Golkar adalah simplikasi persoalan. Sebab variable-yariabel lainnya tidak anda gunakan untuk melakukan penilaian kondisi. Inilah ketidakadilan kita pada setting jaman saat ini.

    Bukankah bahkan setiap kelompok kepentingan dijaman dahulu juga tidak bisa berbuat apa-apa atas framing politik yang dibuat oleh rezim orde baru. Tentu saja bukan hanya partai Golkar yang menjadi aktornya. Partai-partai yang lain juga harus menjadi bahan analisis kita. Bukankah kasus Soerjadi di partai PDI dengan Megawati dari partai PDI (akhirnya jadi Perjuangan) menunjukkan bahwa kekuatan apapun telah terframing oleh Orde Baru. Juga kasus loncat-loncatnya banyak kader PPP. Saya kira anda harus juga memahami kerangka bahasa memandang framing suatu kepentingan politik. Harus dilihat dari semiotic yang terbangun dari kekuatan Orde Baru membingkai kekuasaannya.
    Maka jika kita ingin menjudge massa maka kita harus memiliki peta persebaran dan kamuflase dari para tokoh jamannya. Nah dalam konteks ini saya lebih sepakat bahwa sesuatu dibangun dari geneologi dan arkeologinya Foucold. Oke bozzz

    Kalau dibaca dari analisis Ideological State Aparatus (ISA) Al Thusser maka sebenarnya antara GOLKAR, PDI, PPP posisinya adalah sama sebagai ISA-nya rezim orde baru. Rasanya tidak berimbang jika kesalahan ini hanya ditimpakan pada partai Golkar semata sementara sebenarnya semua memiliki derajat ketidakmampuan yang sama. Tentu saja kalau kita tidak ingin disebut dzalim maka kita harus proporsional memandang persoalan ini. Jangan hanya dilihat dari sudut pandang kepentingan politik semata kawan.

    Itu dulu ya… mohon direnungkan dahulu. Nanti kalau tambah banyak malah tambah banyak yang harus direnungkan. Soalnya kawan harus baca Saursure, Al Thusser dan Foucould dulu kan… (cari aja di Gramedia).

  7. Salah banget jika comment ini tidak di upload hanya karena nick nya gk diketahui.

    @udin dan Ali
    Saya sependapat dengan anda, kapan tuh anak2 HMI menatap realita kenyataan. Setiap Coment selalu aja di bahas, coba antum buktikan klo comment anda(HMI) yang ada disetiap milis tuh benar-benar nyata ada perubahan. Ana merasa TIDAK. Sebanyak anda(HMI) berkomentar, saya tidak merasa apa yang anda katakan adalah sesuatu yang benar, nyata dan fakta. Maaf….

    mengenai GOLKAR…
    saya berbicara realita….di kampung saya. Tuh yang namanya bung GOLKAR HMI(Hayang Menang Indah) ketika ada parpol baru yang memasangkan atributnya, kmudian hilang si bendera GOLKAR HMI itu, eh ternyata yang jadi sasaran adalah si partai baru itu. Sehat kah persaingan POLITIK-nya? Saya katakan GOLKAR tidak sehat.

    ya GOLKAR harus dilawan, karena pejabat golkar sekarang kebanyakan adalah pejabat orde baru. Yusuf Kalla, Wiranto, etc salah satu contoh.

    ketika anda mengatakan Ali gagal menjadi pemimpin karena beliau lebih muda, eit,,,,lihat lagi kisah yang lain,banyak kan anak2 muda Sai’id bin Amir – radhiallahu’anhu, Abdullah bin Abbas etc.

    Satu hal anda HMI sebagai salah gerakan kemahasiswaan yang memang di tuntut independent, saya rasa anda HMI ( karena anda berbicara sebagai admin milis HMI) adalah salah satu yang mendukung GOLKAR, luruskan jika salah.

  8. @gw
    Hatur nuhun pisan.

    insya Allah HMI BECAK akan senantiasa menampilkan komentar2 yang masuk asalkan tidak berbentuk SPAM seperti SPAM yang akhir2 ini masuk ke web becak. SPAM yang menawarkan pornografi. So, tidak usah khawatir yach. sejelek apapun komentar Anda, se gak mutu apapun celetukan Anda di sini, akan tetap kami tampilkan. karena sebenarnya ucapan seseorang mencerminkan pribadi seseorang.

    Saya mau tanya nih. semoga lekas di jawab, tidak seperti pertanyaan saya kepada udin dan Ali yang sampai sekarang tidak di balas2.

    Anda mengaku sependapat dengan Udin dan Ali. yang saya tanyakan adalah, pendapat dari Udin dan Ali yang mana saja yang Anda juga sependapat dengannya?

    nampaknya Anda juga masih belum mampu membedakan antara milist dengan weblog. sebenarnya mana yang Anda sebut milist itu? apakah weblog ini Anda sebut sebagai milist? siapa yang berbicara sebagai admin milist HMI?

    Anda menulis, “Coba antum buktikan klo comment anda(HMI) yang ada disetiap milis tuh benar-benar nyata ada perubahan?”

    Saya mau tanya lagi boleh khan yach? sebenarnya saya bingung membaca tulisan Anda di atas itu. sebenarnya tulisan Anda itu berbentuk perintah atau pertanyaan?

    dan Milist HMI yang mana?

    Mengenai GOLKAR, menurut analisa saya, Anda masih menilai sesuatu hal hanya dengan metode mazhab Empirisme. So, sama aja sebenarnya Anda dengan kaum materialis2 yang lemah argumen itu, berargumen hanya dengan menggunakan metode berpikir empiris. lihat aja nih tulisan Anda, “saya tidak merasa apa yang anda katakan adalah sesuatu yang benar, nyata dan fakta.”

    Tuh khan, Anda berbicara mengenai nyata dan fakta. empiris bgt bukan? materialis bgt bukan?

    Padahal kalau kita mau berlelah-lelah belajar Epistemologi Islam (yang biasanya dipelajari anak2 HMI), bahwa mazhab empirisme tidak mampu membawa kita pada kebenaran yang 100% tuh.

    Jadi saya ingin mengatakan kepada Anda, bahwa saya tidak merasa apa yang Anda katakan itu sesuatu yang benar 100%, karena Anda masih berargumen dalam taraf empirisme. HMI mah udah sampai Rasionalitas, Pengetahuan Hati, dan Pengetahuan Wahyu. Kamana wae atuh jang? ka braga atawa ka tegal lega?

    Mengenai komentar Anda ttg Ali karamallahu wajhah (semoga Allah melaknat pembunuhnya), Abu Bakar (Perampas Kekhalifahan, politiknya licik), Sa’id bin Amir, dan Abdullah bin Abbas, sebenarnya komentar Anda itu telah menjawab semua penilaian2 saya selama ini bahwa sebenarnya di dalam Sunni itu tidak ada konsep pemilihan khalifah atau imam atau pemimpin umat yang jelas. sehingga bisa gonta ganti tergantung KEPENTINGAN POLITIK kelompok mayoritas. begitu khan?

    Peristiwa di Saqifah menunjukkan itu semua. waduh…jangan2 Anda tidak tahu peristiwa di Saqifah lagi. gazwatch tuh.

    mengenai asumsi Anda bahwa HMI itu mendukung GOLKAR, saya malah pingin tanya. Anda dapat pengetahuan itu dari mana? jangan bilang dari metode mazhab pengetahuan empiris lho. karena sudah saya sebutkan di atas, mazhab tersebut tidak mampu membawa kita pada kebenaran 100%.

    saya tunggu jawaban Anda.

    Oh ya kelupaan satu lagi.

    Anda tidak perlu mencaci maki HMI di weblog saya dengan menggunakan nickname ujang. Toh Anda bisa mencaci maki HMI di weblog ini.

    gitu yach…
    Selamat Berpikir.

  9. anti kejumudan berpikir

    hari gini masih ngomongin golkar kayaknya basi banget…

    anda menjustikasi bahwa penyebab kebodohan, kebobrokan moral, kemiskinan, kelaparan adalah golkar dan kita harus menjadikan golkar adalah sebagai musuh bersama. menurut saya itu adalah hal yang sangat sesat pikir.

    apakah golkar adalah segala penyebabnya? saya kira tidak. coba anda lihat bagaimana peran militer pada saat negara orba bercokol. bagaimana peran kapitalis asing dalam pembangunanisme yang menjadi slogan dari orde baru?

    dan jika kita mau lihat musuh bersama saat ini seperti apakah bentuk kongkritnya? saya kira bentuknya yang paling kongkrit adalah kebodohan? karena jika kita menghendaki sebuah negara yang demokratis, maka partisipasi publik dalam kehidupan adalah yang paling penting daripada cuma dogma halal haram. karena jika masyarakat jika sudah cerdas maka ia akan bisa menetukan pilihan hidupnya…

    rakyat bisa juga menetukan dengan kecerdasannya mana partai pilihannya??? mana gerakan yang harusnya ia lakukan??? bukan memilih Partai Kekuasaan Semata yang hanya bisa menjadi pengikut dan menikung di tikungan siapa yang akan menjadi pengusa atau katanya sih pemimpin negeri ini….

    dan jalan menghapus kebodohan adalah dengan pendidikan yang bisa membebaskan…

    mengenai contoh negara islam yang sukses membangun bangsanya maka yang bisa kita ambil adalah iran…
    pendidikan disana sangat dihargai. dari kecil sudah diajak berpikir mengenai epistemologi. maka ketika sudah besar anak iran tadi sudah bisa menjawab hal yang sifatnya abstrak sampai hal yang sifatnya kongkrit…

    dari alam ide sampai alam nyata…

    kalu HMI = Golkar???
    HMI setahu informasi dan coba saya kroscek menjadi pengetahuan yang saya dapatkan selama berada dalam organisasi ini mempunyai banyak sekali kader. dari yang gayanya memakai arab2an (ana, antum,ikhwan,akhwat) sampai orang yang bisa memadukan antara keislaman dengan keindonesiaan, ada yang terjerat kasus juga ada yang berhasil menjerat koruptor. ada yang mati karena diracuni tapi tidak jelas siapa pembunuhnya, hormat saya untuk Pahlawan Kemanusiaan Cak Munir. ada juga bapak hidayat nurwahid yang berada di PKS yang merupakan kader HMI (juga) ust abu bakar baasyir yang menjadi kambing hitam dalam perang melawan terorismenya amerika. jadi kalau kawan KAMMI ingin tahu lebih lanjut silahkan berbalas dengan otak tidak dengan dogma halal haram saja…. karena kasihan jika kita melihat banyaknya kader kammi tapi sedikit yang punya otak dan yang punya otak itu biasanya disingkirkan secara garis politik…

    fastabiqhul qhoirot

  10. Assalamualaikum.

    bagi seluruh kader KAMMI udah jangan dihieaukan HMI toh gaungnaya sudah mulai redup, produknya sudah gak laris dipasaran lihat saja PTN-PTN yang kita kuasai,kaderisasi kita, kesolidan kita dan mobilisasi massa mereka hanya seujung kuku jari didepan kita, kita ini layaknya mobil marcedes benz kecil suaranya tapi cepat dan kuat tarikannya sedangkan mereka layaknya bajaj tua berisik bunyinya ngoyo jalannya,sabar aja mereka itu tinggal nunggu waktu(mati)nya.toh KAHMI juga udah pada mulai tua dan mau redup hingga akan tiba waktunya alumni KAMMI menjadi pemimpin bangsa dan paradigma indonesia

  11. Sy ragu apkh anda ini bnr kader kammi.sy tdk tll mmikirkan apkh org itu kammi,hmi,pmii,organisasi apapun,yg sy lht adlh pjuangan lillahi ta’ala.

    mobilisasi massa?ya!Sesuai dgn namax yaitu KAMMI yg mrupakan bhs arab.artix kl g slh adlh kuantitas.

  12. Assalamualaikum.
    sebelumnya maaf bagi saudara ressay dan kader hmi yang masih peduli dengan makna perjuangan untuk islam semata, memang ungkapan saya terlalu sarkasme dan memang tidak sejalan dengan manhaj (sistem) yang KAMMI anut. Namun saya harap apologi saya dibarengi dengan kesadaran HMI untuk berbenah diri dan kembali kepada jati dirinya sebagaimana yang pernah tertuang dalam AD/ARTnya yang berjuang untuk kejayaan islam dan ummat islam umumnya dan dalam konteks kebangsaan indonesia khususnya yang dengan itu kita baik KAMMI,HMI atau apa saja selama satu visi tujuan yang sama membangun negeri ini dengan nilai nilai keislaman dan menghindari segala macam sikap kontradiktif dan kontroversi dalam konteks keislaman. karena sesungguhnya hanya komunitas yang memiliki visi keIlahian yang sejatilah yang akan Allah unggulkan karena fastabikqul khoirotlah sebagaimana yang telah Allah dan rosulNya gariskan

  13. Salam wa rahmah,
    Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa Aali Muhammad

    Betapa indahx kl qta bdiskusi dgn santun,tawadhu’,dan ilmiah.singkirkn sgala bntk skp dan tu2r kt emosional dan sarkasme.ssungguhx,ucapan seseorang mcerminkan pribadi seseorang.

    Insya Allah tujuan qta sama,kcuali bagi kader2 HMI yg blm mperdalam epistemologi islam,yaitu ridho ilahi.

    Tdk usahlah qta mharapkn surga,krn smua itu dgambarkn dlm al quran brupa materi.kl qta mharapkn surga,maka tdk ada bedax qta dgn org2 materialis.

    Ridho ilahi lah yg qta kejar.
    Insya Allah.

  14. BaarokaLlah saudaraku.
    saya rindu kader hmi seperti anda, sebab selama ini saya jenuh mendapati kader2 organisasi ekstrakampus terdahulu (HMI,PMII,IMM) lebih mengedepankan liberalisme,dari islamisme lebh bangga dengan pemikir orientalis daripada tokoh pembaharu islam . sebarapa banyakkah orang seperti anda? kalau boleh saya minta email/blog/sitenya

  15. Salam wa rahmah,
    Tdk usah terlalu berlebihan dlm mmuji.saya jauh dr anggapan Anda.tp biarlah,Nabi Sawaw pnh bsabda,kl engkau dpuji atau dicela org lain,maka bdoalah ya Allah jdknlah diriku jauh lbh baik dr apa yg mrk sangkakan atas diriku.

    Tdk usahlah qta mjelek2an orgnsi lain,toh sy ykn mrk jg pny tujuan mulia.mari qta blomba2 sj dlm kbaikan.

    Kl blh bpndpt siy,sy tdk spakat jk Anda bkeyakinan adax Islamisme.mnrt sy,islam tll suci utk dsebut islamisme.islam tll luas utk dsebut sbg ideologi.

    Islam adalah berserah diri.

    Email:cut_yasser@yahoo.com
    Web:www.ressay.co.nr
    Tlp:08562190087

    Wassalam.

  16. kenapa ribut-ribut….. perbaiki yang salah dengan hikmah

  17. bersatulah kaum muda, tegakkan srpitual di

  18. ni siapa yang ngaku kammi, siapa yang ngaku hmi?diskusinya seru. tapi sejak awal saya bisa menebak alur pemikiran masing2. se-ilmiah apapun argumen yang kalian berikan saya sudah tahu hasil akhir dari argumen itu. argumen kalian hanya untuk melegitimasi patronasi politik masing2 organ. hmi dengan golkar, kammi dengan pks.

    oke… kita bersepakat, 2009 gerakan mahasiswa kehilangan arah, dan beberapa juga bersepakat untuk terlibat bukan sekedar gerakan moral atau gerakan pencerdasan semata. tapi juga gerakan politik. bahkan teman-teman kiri (aduh saya gak pe de nyebutnya), sudah mlakukan konsolidasi melalui papernas.

    apakah salah?gak juga.
    bukan aib kok. punya ‘jaringan gerakan’ dengan parpol. asal gak oportunis aja.

    karena politik (sebenarnya mau pakai kata ‘perjuangan’) itu menghalalkan segala cara. tidak ada yang abadi dalam politik kecuali kepentingan. dan politik adalah apa yang ada di depan kita, saat ini, di sini.

    biarkan rakyat yang menilai. ‘cara’ siapa yang tidak melukai perasaan mereka, kepentingan siapa yang memang mampu memberikan kemakmuran bagi mereka. dan siapa yang telah ‘berbuat’ untuk mereka, saat ini, di sini.

    perdebatan kalian hanyalah secuil cerminan, betapa gerakan mahasiswa tidak solid. apa yang bisa mensolidkan? siapa common enemy?

    oke… tidak usah mendefinisikan siapa ‘musuh bersama’ saat ini. sepertinya itu juga belum bisa menyebabkan kita bersatu, secara psikologis sekalipun. karena masing-masing organ mendefinisikan musuhnyapun berbeda-beda.

    sepertinya gak ada harapan untuk gerakan mahasiswa. meminjam istilah dari orang lain, gerakan mahasiswa hanyalah ’tisu-tisu politik’. afwan (ups… pakai kata afwan)

  19. Yang kita butuhkan sekarang menghilangkan sifat keiblisan dalam diri qta, merasa diri paling benar merasa diri paling baik sendiri.

    HMI dan KAMMI memiliki tujuan masing-masing. Anggap saja tujuan qta scara umum sama, tapi belum tentu cara yang dipergunakan sama.

    Bagi Anda yang ingin fokus pada kekuasaan dengan cara membodohi mahasiswa dan rakyat, silakan. Bagi Anda yang ingin mendidik mahasiswa dan rakyat, tidak hanya sekedar jadi sinterklas, monggo. Bagi Anda yang ingin mendirikan khilafah islamiyah dengan mengumbar kejayaan semu khalifah-khalifah terdahulu, g ada salahnya.

    Semoga kita bisa berpolitik yang berakhlak, seperti politik Imam Ali.

    Bukan politik licik yang menghalalkan segala cara seperti Muawiyah.

    Kader HMI Hukum UNS harus mencerminkan watak politik Imam Ali yang tunduk pada akhlak mulia.

    Semoga Allah menghancurleburkan mereka yang telah berpolitik licik dan menghalalkan segala cara.

  20. seru melihat diskusi di atas tapi pada tau ga ya bahaya neoliberalisme,karena semua berawal dari situ..

  21. bismillah..
    mari qta renungkan apa saja yg telah kita lakukan dan kita ucapkan.
    layakkah kita menyebut diri kita seorang muslim??
    Islam itu Rahmatan Lil ‘alamin
    bkn Rahmatan Lil Muslimin

  22. Salam ‘alaikum… ikhwah fillah

    Tua muda bukanlah persoalan untuk bisa memimpin bangsa ini. Yang paling dilihat adalah Iman, Kemampuan, dan kemauan.

    sekarang mari kita lihat bagaimana pemimpin yang sudah ada..
    bagaimana ke-Imanan dan kemampuannya membawa prubahan..

    daripada kita memperdebatkan sesuatu yang seharusnya kita perbaiaki, lebih baik kita saling memaafkan

    jangan sampai ada pihak yang bertepuk tangan di balik pecah belah jama’ah…

  23. Permasalahannya banyak diantara kita yang merasa paling benar, merasa paling berhak atas surga Tuhan.

  24. aku pikir kita jangan berdebat pada sisi partai mana yang baik dan mana yang buruk, karena partai saat ini saya amati tidak lebih hanya sebagai alat meraih kekuasaan tanpa pola kaderisasi yang jelas, sehingga kita tidak bisa memvonis partai a yang buruk, dan yang b lah yang baik,. setiap partai selalu ada kadernya yang buruk, entah itu, partai a, b, c, dll.. wong yang masuk kek mesjid itu jg bukan semuanya orang baik. mau tua, muda jg gak usah di debatin, itu bagi saya cuma menghabiskan energi kita pada pembahasan2 yang tidak ada habisnya,. satu yang pasti bahwa kita jangan terkungkung pada arogansi bendera organisasi kita, semua ingin menaikkan benderanya masing2, sadar ato gak sadar justru dengan hal itu kita tidak bisa meng-create gerakan yang lebih simultan dan besar lagi untuk melawan musuh yang semakin lama semakin establish,. neoliberlisme!! saya kira dalam hal ini kita semua sepakat bahwa neolib adalah musuh semua agama, mau itu islam, kristen, hindu, budha, dia musuh kita bersama,. karena neolib tidak percaya pada yang gaib, tuhannya itu nafsu,malaikatnya itu uang,. jadi kenapa elit kita bnyak yang korup, ada istri simpanan, mobilnya 4, rumahnya megah.. sementara rakyatnya sendiri tertindas? neolib lah jawabnya.. tuhan mereka sendiri adalah nafsu.. orang2 neolib yang memakai topeng pribumi, sungguh mengerikan,. oleh sebab itu saya kira kita sebagai pemuda bangsa disini harus merapatkan barisan, fokus pada perlawanan neolib ini, jangan perang mulut terus pada organ yang berbeda warna, saya kira itu tidak membawa dampak apa2 pada tujuan kita bersama,. karena yang kita lawan adalah sistem, yang sudah masuk ke otak2 kita,. semoga esok lebih baik!! buat temen2 HMI, yakin usaha sampai..

  25. antara HMI dan KAMMI tidak bisa disatukan ilaa yaumil qiyamah…

  26. antara HMI dan KAMMI tak bisa disatukan? atas dasar apa????

  27. gerakan mahasiswa akhir2 ini,,bagai singa yang kehilangan taring,,sejarah pahit telah ditorehkan,,,hari ini kita sadar bahwa bangsa ini adalah bangsa pelupa,,,dengan mudahnya para penguasa negri ini memutarbalikan fakta yang ada,,,dengan gampangnya rakyat indonesia dipermaikan,,,,,ibarat sebuah boneka,,,dimana kekuatan mahasiswa..??? katanya sebagai social of control,,,,,reformasi 98 kenapa hari ini tidak bisa diulangi….????

  28. Seru..!! sayang setelh 3 tahun ni baru bisa membaca diskusi di blog ini. Menjadi impian pribadi sy untuk dpt duduk bersama kwn2 pmii, kammi, dan ormas lainnya. Saling mendukung perjuangan, dengan 1 tujuan mardhotillah…komentar2 di atas cukup u/ menggambarkan kekurangan & kelebihan masing2 qt, bersift inklusif dg semua keanekaragaman yang ada. Itulah anugrah, U/ semua pergerakan masing2 ormas yang mengalami degradasi mari kita refleksikan kembali gerakan kita, mejadikan segala evaluasi ajang u/ berbenah diri & mengembalikan identitas qt sebagaimana mestinya…YAKUSA…!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: