KEBENARAN ATAU PEMBENARAN

KEBENARAN ATAU PEMBENARAN
Oleh: Arif Maulana

Seperti kita ketahui bersama, Kasus pencemaran nama baik yang diajukan soeharto kepada majalah time yang memuculkan berita-berita korupsi Soeharto, 24 Mei 1999 silam yang sebelumya di Pengadilan Negri Jakarta Pusat kandas (31 Mei 2000), namun (30 Agustus tahun 2007) kasus tersebut dalam Pengadilam tingkat kasasinya di Mahkamaha Agung justru dimenangkan.(Kompas, 28 September 2007)

Kemenangan Soeharto dalam gugatannya kepada majalah Times bisa jadi adalah siksaan batin yang luar biasa bagi rakyat Indonesia khususnya lagi bagi dunia pers. Bagaimana tidak, ketika tak berselang lama keputusan MA muncul , PBB dan Bank Dunia merilis data bahwa soeharto adalah pemegang rekor, koruptor terbesar di didunia , sungguh kontradiksi yang seakan membelah bumi menjadi dua. Lantas diantara keduanya mana yang bisa kita yakini sebagai kebenaran? Mengingat peradilan adalah representasi dari lembaga pencari kebenaran yang adil, sebaliknya data PBB dan Bank Dunia adalah informasi besar dari lembaga level dunia. Kebingungan pastilah muncul dibenak masyarakat kita.

Mencermati fenomena ganjil diatas, perlu kita ketahui bahwa didalam hokum kebenaran yang diperoleh adalah kebenaran yang benar menurut hokum yang ini sifatnya subyektif menurut ukuran hokum, dalam hal ini kekuasaan tinggi ada ditangan hakim (but judge is human too) yang sangat dimungkinkan berlaku lalai dan lupa, Oleh sebab itulah dalam hukum faktor hakim sangat menentukan dalam memutuskan perkara, seorang hakim dituntut harus memiliki integritas yang sungguh tinggi dan nurani yang berkualitas, dengan harapan keputusan yang diambilnya nanti benar-benar keputusan bijaksana yang mampu mewakili rasa keadilan dimasyarakat dan tidak melenceng dari rel kebenaran. Dengan acuan yang demikian diharapkan keputusan-keputusan pengadilan mampu menjadi jalan untuk menemukan kebenaran. Dari gambaran diatas dapat diambil satu kesimpulan bahwa sesungguhnya klaim kebenaran dalam hokum mungkin sekali saja salah apabila tidak diketemukan dengan jalan integritas dan nurani hakim.

Seperti yang kita ketahui bersama, dalam kasus gugatan Soeharto ini, majalah timelah yang justru diputus bersalah oleh para hakim MA karena mengungkap kebenaran peristiwa yang jelas terbukti di level dunia. Yang menjadi persoalan adalah sudahkah Nurani dan integritas para hakim MA yang memutus perkara ini digunakan untuk menemukan kebenaran hokum dalam kasus ini? Apakah pantas apabila keputusan ini diambil, ketika dalil melawan hukum yang abstrak dengan dasar melanggar asas kepatutan, keteilitian dan sikap kehati-hatian terhadap individu (soeharto) berhadapan dengan fakta riil kerugian materil yang nyata dalam negara dan demi kepentingan umum masyarakat Indonesia akhirnya kalah oleh kepentingan individu yang justru merampas kepentingan umum.

Jelaslah menurut penulis berdasarkan pembahasan diatas, keputusan yang diambil ditingat kasasi dalam kasus soeharto vs majalah time ini adalah kebenaran hukum yang layak untuk kita gugat , Karena hakim terlampau jauh menggunakan subyektivitasnya dengan tidak menggunakan dasar integritas, nurani, dan memperhatikan aspek materiil rasa keadilan masyarakat indonesia. Dan menurut penulis keputusan yang diambil hakim MA dalam Kasasi kasus tersebut adalah keputusan yang menemukan pembenaran hokum dan bukan kebenaran hukum.

Kiranya masyarakat Indonesia pasti bisa menilai manakah yang benar dan seharusnya terjadi dalam kasus ini . Karena rakyat telah lama merasakan sakitnya penderitaan hidup akibat tindakan korupsi ‘Bapak Pembangunan’ negri ini dan kolega korupsinya.
Sekarang upaya hokum luar biasa sedang ditempuh majalah time. Kita berharap saja semoga kewibawaan hokum masih bisa diselamatkan pasca keputusan aneh ini. Yang pasti memang nama soeharto sudah tercemar akibat korupsinya sebelum time diputus MA telah mencemarkan nama “baiknya”.[]

Penulis adalah Kabid PTK HMI Komisariat Fakultas Hukum UNS Surakarta

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Oktober 30, 2007, in Artikel. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: