Memaknai HMI Back To Campus ; Telaah penguatan profesional kader

Memaknai HMI Back To Campus ; Telaah penguatan profesional kader

HMI merupakan organisasi kemahasiswa Islam yang telah lama eksis. Sejak didirikan lebih dari setengah abad yang lalu, hari ini HMI telah melahirkan begitu banyak alumni yang berkiprah dalam berbagai sektor pemerintah dan non pemerintah

Tak heran rasanya, HMI menjadi sebuah metode komunikasi yang mendekatkan berbagai elit pimpinan pemerintah dan non pemerintah untuk saling bicara, mereka saling bicara bagaimana perjuangan mereka saat berada di HMI dan apa yang bias mereka silaturahmikan hari ini dan besok. Dalam berbagai konteks hal ini adalah wajar adanya, sebuah ikatan kekerabatan yang tak akan pernah hilang walaupun telah lama meninggalkan organisasi HMI secara formal.

Namun, bagaimana HMI hari ini ?

HMI dalam pandangan penulis adalah sebuah organisasi yang lengkap dan dewasa secara struktural. Periode evolusi organisasi yang begitu lama telah melahirkan sebuah organisasi yang begitu kompleks karena HMI telah mampu menjawab banyak pertanyaan formal organisasi. Pertanyaan yang mendasar salah satunya HMI telah mampu menjawab makna idealisme mahasiswa dan makna profesionalisme mahasiswa. Kedua hal ini menunjukkan HMI telah melihat dua dimensi mata uang mahasiswa.

Idealisme mahasiswa tentu berujung pada kesadaran HMI sebagai bagian anak bangsa dan anak umat yang mempunyai tanggungjawab memberikan andil terbaiknya dalam wilayah pemikiran dan gerakan mahasiswa yang berpihak pada kebenaran dan keadilan. Sedangkan dimensi profesional berujung pada penguatan kapasitas keilmuan yang diharapkan mampu melahirkan sosok profesional yang dapat memberikan inovasi terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat. Kedua dimensi ini saling bertautan dan tidak dapat dipisahkan, ibarat 2 sisi mata uang logam.

Ketika menilik makna ini, dan melahirkan pertanyaan. Maka HMI hari tetap pada wilayah ini ? Pada kesempatan yang lalu, muncul sebuah jargon yaitu HMI back to campus atau HMI kembali ke kampus. Apakah jargon ini muncul menyikapi kondisi hari ini bahwa HMI telah meninggalkan kampus dan memasuki sebuah wilayah yang bukan wilayah kemahasiswaan. Ini yang harus kita perjelas kembali.

Secara pribadi saya tidak bersependapat manakala HMI back to campus dimaknai sebagai bagaimana HMI meraih posisi sebagai ketua senat mahasiswa atau ketua dewan mahasiswa dan presiden BEM. Posisi sebagai ketua Dewan ataupun Presiden BEM merupakan aktualisasi kader HMI secara personal, bukan aktualisasi diri HMI karena pada kajian apapun HMI merupakan organisasi ekstrakampus yang mempunyai kesetaraan dengan organisasi intra kampus. Apabila HMI mempunyai kepentingan menguasai struktural kampus maka tentulah HMI menempatkan dirinya lebih rendah dari organisasi intrakampus.

Akan lebih elegan apabila makna HMI back to campus adalah bagaimana program kerja HMI Komisariat, HMI Cabang dan PB HMI hari bersinergis terhadap kebutuhan mahasiswa hari ini. Oleh karenanya perlu dibuka kembali apakah HMI mampu menjawab kebutuhan mahasiswa hari ini.

Galih Endradita M / Bakornas LKMI PB HMI

(pbhmi)

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Januari 16, 2008, in Artikel. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. ASSALAM…..Wr.Wb.
    salam kenal mas. saya ketum HMI KOM.TARBIYAH IAIN SUNAN AMPEL SURABAYA periode sekarang. menarik sekali apa yang mas utarakan, tapi keresahan mas sebenarnya juga menjadi keresahan kami2 juga yang sekarang membawa amanat pengkaderan di tingkatan komisariat. saya melihat bahwa HMI hari ini kehilangan taring-yang dari dulu sangat di segani oleh kawan-kawan organ lain(HMI dengan kader-kadernya yang intelek dan penuh kreativitas & banyak mencetak kader2 bangsa), namun pada realitasnya tingkatan komisariat yang menurut saya adalah basis untuk bagaimana HMI ke depan lebih baik seharusnya menjadi prioritas yang pertama. karena saya melihat banyak sekali komisariat yang hari ini mengalami kemunduran baik dalam tataran kualitas maupun kuantitas akibat lemahnya pendampngan pada wilayah ini. jadi saya sepakat dengan mas, namun hari ini saya juga melihat bahwa minat mahasiswa untuk berorganisasi amat sangat kurang jadi bagaimna HMI hari ini bisa mengakomodir kebutuhan mahasiswa, salah satu hal yang tidak boleh terlupakan ketika kita mau ngomong terkait konsep HMI back to campus, tapi karena HMI merupakan kader bangsa seyogyanya kita mengimbangi gerak kita pada wilayah HMI back to umat juga……
    so satu kata adalah perubahan!…

  2. Edi Fakhri, SS, MS M.Sos

    Istilah profesional kader menurut saya lebih tepat dipakai setelah yang bersangkutan telha menjadi alumni HMI dan mengabdi pada profesi dan komunitas profesi tersebut. Jadi ada baiknya ditelaah kembali istilah yang diadopsi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: