Becak dilarang di city walk, pengemudi keberatan

Becak dilarang di city walk, pengemudi keberatan

 

workbike-becak.jpgBanjarsari (Espos). Pengemudi becak yang biasa mangkal di sepanjang Jl Slamet Riyadi Solo menolak ditempatkan di jalur lambat sisi utara jalan protokol tersebut setelah diberlakukannya larangan becak mangkal di kawasan city walk nanti.

Mereka menilai penempatan di jalur lambat tersebut akan membuat keberadaan mereka semakin terpinggirkan.

Hal itu terungkap saat audiensi yang digelar oleh Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Solo, pekan lalu, terkait penataan kawasan citywalk. Sedikitnya 40 pengemudi becak dari berbagai paguyuban diundang ke Kantor DLLAJ.

Dalam sosialisasi yang dipimpin oleh Baskoro dari DLLAJ dan dihadiri pula oleh perwakilan dari Dinas Tata Kota (DTK), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), UPTD Perparkiran, dan Kepolisian tersebut, dijelaskan bahwa kawasan city walk hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki. Sedangkan kendaraan jenis apapun, termasuk becak, tidak diperbolehkan melintas, apalagi parkir dan mangkal di kawasan itu.

”Untuk becak, nantinya akan ditempatkan di titik-titik akses menuju city walk, seperti jalan-jalan kampung yang bersentuhan dengan dengan city walk, atau di jalur lambat sebelah utara Jl Slamet Riyadi,” jelas Baskoro.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pengemudi becak yang biasa mangkal di depan Hotel Riyadi Palace, Hartoko mengatakan keberatan jika harus mangkal di jalur lambat sisi utara Jl Slamet Riyadi. Pertimbangannya, penumpangnya yang kebanyakan adalah tamu-tamu hotel harus menyeberang jalan jika akan naik becak. Hal itu bisa membahayakan keselamatan mereka, sehingga akhirnya mereka enggan naik becak dan memilih beralih ke alat transportasi lain.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Keluarga Becak Solo (FKKBS), Sardi, ketika ditemui di sela-sela audiensi, mengatakan secara umum pengemudi becak tidak keberatan dengan penempatan di jalan-jalan kampung. Tapi kalau harus mangkal di jalur lambat sebelah utara Jl Slamet Riyadi, mereka menolak.

”Sejak ada informasi mengenai larangan bagi pengemudi becak di kawasan city walk, kami benar-benar dibuat resah dan khawatir. Dengan adanya larangan tersebut, berarti akan memangkas pendapatan kami,” ujar Sardi.

Bahkan, Sardi menambahkan sudah mulai timbul kecemburuan di kalangan pengemudi becak. Sebab, di manapun becak selalu di-oprak-oprak. Sementara komunitas lain seperti PKL, malah diberi fasilitas. Terpisah, Kepala DLLAJ Kota Solo, Yosca Herman S, mengatakan saat ini pihaknya baru sebatas melakukan sosialisasi. Mengenai kapan larangan itu diberlakukan, Yosca mengaku belum tahu.

”Yang jelas, larangan becak di city walk pasti diberlakukan. Teknisnya akan dibahas kemudian. Termasuk soal sanksi.” – shs

 

Sumber: http://solopos.net/index_detail.asp?id=53359

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Maret 10, 2008, in Reportase. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: