Mendadak, SBY Bertemu Ahmadinejad

Mendadak, SBY Bertemu Ahmadinejad

image01.jpg

Di tengah tekanan kepada Iran yang kian meningkat dari Amerika Serikat dan Barat, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono malah bertemu dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

 

Pertemuan 20 menit di markas besar PBB pada Rabu pukul 13.30 (Kamis dini hari WIB) itu berlangsung cukup hangat.


Pertemuan tersebut merupakan agenda tambahan SBY karena tak ada dalam jadwal sebelumnya. Agenda tambahan lain SBY adalah pertemuan bilateral dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.


Terkait dengan program nuklir Iran, SBY menegaskan pentingnya dikedepankan upaya diplomasi dan negosiasi sebagai solusi terhadap permasalahan internasional. Kesepakatan Iran dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) untuk inspeksi program nuklir itu disambut baik. ’’Pemerintah Iran diharapkan dapat terus bekerja sama dan memberikan akses yang seluas-luasnya kepada para inspektur IAEA,’’ kata SBY dalam jumpa pers di Kantor Perwakilan Tetap RI di New York, Kamis malam WIB. Jumpa pers itu menjelang kepulangan SBY dan rombongan ke Jakarta.

Pertemuan SBY dengan Ahmadinejad merupakan kali ketiga. Sebelumnya, SBY dan presiden Iran itu pernah bertemu di forum PBB dan saat Ahmadinejad melawat ke Jakarta. Indonesia pernah tidak mendukung Iran ketika menghadapi sanksi Dewan Keamanan PBB.

Apakah dalam pertemuan di PBB itu Ahmadinejad menitipkan pesan kepada RI yang mulai November nanti menjadi ketua DK PBB? ’’Presiden Iran tidak menitipkan apa-apa kepada saya tentang peran Indonesia dalam pimpinan DK PBB bulan November nanti,’’ tutur SBY. Indonesia dan Iran sepakat untuk terus menjalin komunikasi.
Indonesia, kata SBY, menggarisbawahi bahwa IAEA adalah satu-satunya badan internasional yang independen agar masalah nuklir Iran dapat diselesaikan dengan damai.
Soal sikap Indonesia yang secara aklamasi bersama anggota DK lain pernah mendukung sanksi terhadap Iran sudah dijelaskan. SBY mengutus Alwi Shihab, utusan khusus urusan Timur Tengah, untuk menemui presiden Iran. Hasilnya, Iran meminta terus menggalang kerja sama.

Iran kini menghadapi tekanan makin keras dari AS dan Barat meski sudah terjadi kesepakatan dengan IAEA untuk memperluas inspeksi. Tak hanya sanksi ekonomi, bahkan kini juga sudah terdengar kabar akan ada serangan sepihak ke wilayah negeri Persia itu. Seperti disebutkan dalam laporan Newsweek terbaru, serangan tersebut tidak hanya dilakukan AS yang kini bercokol di Iraq, tetapi juga oleh Israel.

Meski kontroversial, kehadiran Ahmadinejad di AS kali ini mendapat perhatian luas. Ketika akan berkunjung ke Ground Zero, dia ditolak otoritas New York. Namun, Universitas Columbia mengundang Ahmadinejad. Di sana dia mendapatkan aplaus sekaligus cemoohan saat menjelaskan sikapnya soal nuklir, holocaust (pembantaian Yahudi oleh Hitler), Palestina, dan Islam.

Dalam penjelasan soal nuklir, Ahmadinejad menanggapi tawaran bahan bakar nuklir dari Barat untuk pembangkit listrik Iran. Imbalannya, Iran harus menghentikan pengayaan uranium sebagai bahan bakar nuklir. ’’Jangankan bahan bakar nuklir, ketika kami membutuhkan suplai suku cadang untuk penerbangan sipil saja diembargo,’’ kata Ahmadinejad dengan bahasa Persia.

Soal Palestina, Ahmadinejad mempertanyakan mengapa bangsa Palestina yang harus menanggung akibat dari Perang Dunia II yang dilakukan negara-negara maju. Yakni, terusir dari tanah airnya akibat didirikan negara Israel.

Apakah dia memang ingin menghapus bangsa Israel? Presiden Iran yang berpenampilan bersahaja itu mengatakan, penentuan nasib tanah Palestina harus diadakan referendum oleh mereka. Hasilnya bergantung kehendak rakyat Palestina dalam menentukan masa depan di wilayahnya.

Selama ini Iran berpendirian wilayah Palestina meliputi Jalur Gaza, Tepi Barat, dan wilayah yang dijadikan negara Israel sekarang ini.

Soal holocaust, Ahmadinejad mengatakan bahwa masalah itu masih menjadi topik riset terus-menerus. Menurut dia, tak ada salahnya melakukan riset itu. Mengomentari figur Hitler, Ahmadinejad menyatakan bahwa dia adalah kekuatan kegelapan.

Kehadiran Ahmadinejad di kampus Universitas Columbia itu menimbulkan pro dan kontra. Namun, auditorium yang dijadikan tempat acara penuh. Televisi AS, termasuk CNN, melakukan siaran panjang. Para komentator juga diwawancarai meskipun umumnya menentang Ahmadinejad. Di universitas itu juga terjadi demo panas pro dan kontra Ahmadinejad.

Ketika sidang di majelis umum, penampilan Ahmadinejad agak berbeda. Pidatonya sangat panjang, dari jatah 15 menit molor hingga 40 menit. Meski tidak terang-terangan seperti Bush dalam mengecam Iran, Ahmadinejad banyak menyindir arogansi AS.
Kebetulan SBY berpidato setelah Ahmadinejad. SBY hanya menggunakan 12 menit dari jatahnya. Pertemuan dengan SBY itu berlangsung mendadak atas permintaan Indonesia. Dalam jadwal sebelumnya tidak ada.

Menurut Jubir Andi Mallarangeng, SBY banyak menerima permintaan pertemuan bilateral. Tapi, hanya tujuh yang bisa dipenuhi karena padatnya waktu. Termasuk yang tak bisa diterima adalah Presiden Perancis Nicholas Sarkozy.

Dalam pertemuan dengan Ahmadinejad, SBY didampingi Juru Bicara Dino Patti Jalal, Menteru Luar Negeri Hassan Wirajuda, Penasihat Presiden Ali Alatas, dan Dubes RI di PBB Marty Natalegawa. Sedangkan Ahmadinejad didampingi empat pejabat, termasuk Menlu Manouchehr Mottaki.

Sebelumnya, Presiden SBY juga bertemu dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Dalam pertemuan sekitar 30 menit itu, SBY menegaskan dukungan Indonesia atas kemerdekaan Palestina. Namun, SBY juga mengharapkan rakyat Palestina bersatu agar lebih kuat. (jpnn)

Sumber: RadarBanten

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Maret 12, 2008, in Reportase. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: