Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Polisi tetapkan 6 tersangka


harian_utama1.gifSolo (Espos)   Penyidik Poltabes Solo menetapkan enam anggota laskar menjadi tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan seorang warga Semanggi, Pasar Kliwon, Heri Yulianto, 35, Senin (17/3) lalu.

Keenam tersangka masing-masing berinisial HR, JK, PD, HN, PR dan AS resmi ditahan di Mapoltabes Solo, Rabu (19/3) dini hari. Pjs Kapoltabes Solo, Kombes Pol Drs A Syukrani saat dihubungi Espos, Selasa (18/3), mengatakan keenam anggota laskar itu ditetapkan tersangka karena dianggap turut melakukan penganiayaan langsung terhadap korban Heri.


”Ada beberapa orang yang masih kami maksimalkan pemeriksaannya. Yang sudah pasti tersangka sebanyak enam orang, namun bisa bertambah jika hasil pemeriksaan menemukan bukti kuat,” ujar pejabat pengganti Kombes Pol Drs Lutfi Lubihanto ini.


Syukrani menambahkan, pihaknya kemarin memeriksa 117 orang anggota laskar yang terkait dengan bentrokan di Joyosuran, Pasar Kliwon. Namun demikian, masih ada sejumlah orang lain yang belum dibawa ke Mapoltabes Solo karena pada saat kejadian memisahkan diri. Bukan tidak mungkin, pihaknya akan mencari dan membawa orang-orang tersebut guna diperiksa.
”Yang jelas enam tersangka ini dari unsur pimpinan, yang diduga menggerakkan massa sehingga terjadi pengeroyokan,” katanya lagi.


Syukrani memastikan, pihaknya akan memproses kasus tersebut secara tuntas. Orang-orang yang bersalah, tandas dia, akan diproses sesuai hukum yang berlaku.


”Untuk enam tersangka kami kenakan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan serta Pasal 353 KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal. Karena di TKP kami menemukan senjata tajam, pelaku juga bisa dijerat UU Darurat Tahun 1951.”


Kasatreskrim Poltabes Solo, Kompol Syarif Rahman, menjelaskan, penyidik mempunyai waktu 24 jam untuk menyelesaikan pemeriksaan hingga dapat menentukan siapa tersangka atau yang terlibat dalam bentrokan yang menewaskan Kipli. ”Pemeriksaan terus digelar tanpa henti agar batas waktu 24 jam bisa ditepati. Dan sejauh ini kami masih mengumpulkan kronologi peristiwa bentrokan itu. Keterangan yang terkumpul sifatnya masih terputus-putus,” jelas Syarif.


Berdasar pantauan Espos di Mapoltabes Solo, Selasa kemarin, sejak pagi pemeriksaan memang digelar secara terus menerus. Sebagian warga yang ditahan diperiksa di beberapa ruangan di Satreskrim Poltabes Solo. Dan sebagian lainnya menjalani proses identifikasi, antara lain pengambilan sidik jari.


Sejumlah barang bukti berhasil dikumpulkan oleh petugas Poltabes Solo bersamaan dengan pembubaran bentrokan dan pengangkutan 117 warga pada Senin malam lalu.


Barang bukti yang dikumpulkan berupa potongan besi, beberapa senjata tajam, pakaian berlumuran darah serta beberapa barang keras lainnya yang dalam bentrokan.


Sementara itu, sekitar pukul 00.45 WIB, Rabu (19/3), sebanyak 11 anggota laskar yang diperiksa sejak Selasa (18/3) dini hari, akhirnya dilepaskan. Mereka diantar petugas menggunakan empat truk Brimob serta sejumlah mobil milik Portabes, dan diturunkan di depan Gedung Umat Islam Kartopuran. Setelah itu, mereka kembali ke rumah masing-masing dengan mengendarai sepeda motor.


Terpisah, pejabat Humas Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Indra Sudarsono, ketika ditemui wartawan di Laweyan, mengatakan, sebagian besar warga yang terlibat dalam bentrokan memang warga yang selama ini aktif dalam kegiatan LUIS. Mereka berasal dari berbagai elemen pergerakan Islam di Kota Solo.


”Sebenarnya kami tidak menghendaki terjadinya bentrokan. Apalagi jika kemudian ada korban nyawa. Karena itu kami tetap mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan Poltabes Solo. Jika ada indikasi tindak kriminal silakan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” jelas Indra.
Sumber kekerasan


LUIS sendiri, lanjut Indra, tetap mempersiapkan advokasi bagi seluruh anggota yang menjalani pemeriksaan atau proses hukum di Poltabes Solo. Indra menambahkan, pemicu bentrokan adalah pesta minuman keras di lokasi bentrokan yang salah satu pesertanya adalah Kipli.


Terpisah, Komandan Corps Hizbullah Divisi Sunan Bonang Surakarta, Yanni Rusmanto, sebagai bagian dari LUIS mengatakan sumber segala tindak kekerasan di Kota Solo tak lain adalah Miras. Karena itu, peristiwa bentrokan di Joyosuran pada Senin malam lalu harus menjadi titik tolak untuk segera memberlakukan ketentuan dan aturan tegas soal keberadaan Miras di Kota Solo.


”Harus saya tegaskan, jika aparat hukum bersikap tegas atas keberadaan Miras yang selalu menjadi sumber tindak kekerasan di Kota Solo sebenarnya tidak akan muncul gerakan umat Islam dalam himpunan laskar. Munculnya laskar sejatinya adalah reaksi masyarakat atas mandulnya institusi dan aparat penegak hukum ketika menghadapi tindak kekerasan di Kota Solo.”


Pada bagian lain, sejumlah ulama tadi malam menemui Pjs Kapoltabes Solo untuk menyampaikan dukungan penegakan hukum di Solo, termasuk pemberantasan Miras. ”Kami menyambut baik dukungan itu,” ujar Kapoltabes Solo.


Sementara itu, Lurah Joyosuran Djamilla meminta warga bersikap tenang namun selalu dalam kondisi waspada untuk mengantisipasi segala kemungkinan.


Djamilla menambahkan, Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo juga tampak hadir ke rumah duka. ”Untuk berjaga-jaga, kantor kelurahan juga akan kami buka hingga malam hari. Kemudian untuk menjaga keamanan wilayah dalam rangka membantu tugas polisi.” – Abu Nadhif, Ikhwan P, A Prawitasari

http://solopos.net/index_detail.asp?id=54738

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Maret 19, 2008, in Reportase. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. ”Yang jelas enam tersangka ini dari unsur pimpinan, yang diduga menggerakkan massa sehingga terjadi pengeroyokan,” kata Pak Polisi

    NGAWUR !!!!! . yang memulai itu mnereka….

    sumber segala tindak kekerasan di Kota Solo tak lain adalah Miras.
    pak polisi, kerja dulu sono !!!

  2. Biarkan saja polisi yang memeriksanya. Mana ada maling ngaku maling? yang ada Maling teriak maling.

  3. sebenarnya pihak umat islam telah menghubungi poltabes solo karena kedua kelompok massa sudah terkosentrasi, namun permintaan tersebut tidak ditanggapi sehingga terjadi bentrokan .
    ada kesan kedua kelompok diadu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: