Ahmadiyah dan Pemerintah

Ahmadiyah dan Pemerintah

Oleh: Yasser Arafat

Gini nih kalau bawaannya males mulu sampai-sampai males mau nulis apa. Sebenarnya saat ini aku males banget nulis. Tetapi seakan-akan ada satu dorongan dari dalam diri, yang memaksaku untuk tetap menulis walaupun nantinya berbentuk tulisan ngawur. Lebih baik nulis ngawur daripada gak nulis, pikirku. Setidaknya ketika kita nulis ngawur di weblog, bisa diluruskan oleh banyak orang. Sedangkan nulis itu sendiri bagian dari lanjutan kerja otak dalam memahami sesuatu. Apa yang kita tulis, itulah yang kita pahami. Kalau gak nulis, maka kita tidak tau apakah pemahaman kita akan sesuatu hal itu benar atau tidak.

Belakangan aku tertarik untuk berdiskusi mengenai Ahmadiyah. Tentunya dengan berdiskusi, aku dipaksa untuk membaca referensi yang terkait dengan Ahmadiyah. Kian hari aku kian larut dalam diskusi mengenai Ahmadiyah, entah itu di dunia maya maupun di sekre HMI.

Dan saat ini aku sedikit tertarik untuk menulis mengenai kontroversi Ahmadiyah yang akhir-akhir ini muncul. Ahmadiyah yang dinilai oleh umat Islam mayoritas sebagai aliran sesat bahkan agama di luar agama Islam, dipaksa untuk membubarkan organisasi mereka. Seruan itu muncul pasca Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat menyatakan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sebagai aliran yang menyimpang dari ajaran pokok Islam.


Perbedaan pendapat pun terjadi juga ditengah-tengah masyarakat awam. Ada yang mengamini, “Iya Ahmadiyah itu sesat dan harus bubar atau masuk Islam…!” Ada juga orang awam yang tidak sepakat, “Itu melanggar hak konstitusional orang-orang Ahmadiyah.”

Kedua belah pihak menyampaikan argumen mereka masing-masing. Yang berpendapat Ahmadiyah layak dibubarkan, berargumen bahwa Ahmadiyah itu sesat bahkan di luar Islam dengan membawa artikel yang dimuat di buletin LPPI. Sedangkan pihak yang berpendapat Ahmadiyah tidak layak dibubarkan berargumen dengan logika konstitusional.

Aku tidak ingin terjebak pada pembahasan apakah memang benar Ahmadiyah itu sesat atau tidak, karena pada dasarnya aku juga tidak terlalu sepakat dengan beberapa pemikiran Ahmadiyah. Tetapi bedanya aku dengan orang-orang yang merasa dirinya paling benar sendiri, aku tetap menghormati pemikiran dan keyakinan Ahmadiyah.

Kalau menyinggung orang-orang yang merasa dirinya paling benar sendiri, merasa paling shaleh sendiri, aku jadi teringat dengan kisah iblis ketika membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam. Iblis berkilah, “Aku lebih baik dari dia.”

Jadi kalau menurutku, orang yang selalu merasa dirinya paling benar sendiri, merasa dirinya paling shaleh, merasa dirinya paling berhak atas surga Tuhan, maka orang itu termasuk golongan iblis.

Kembali ke pembahasan Ahmadiyah. Ahmadiyah yang aku rasa tidak pernah berbuat kerusuhan di masyarakat, dipaksa untuk membubarkan diri. Pembubaran ini disuarakan dengan dalih Ahmadiyah telah keluar dari ajaran pokok Islam.

Kalau kita mencermati fenomena ahmadiyah ini, kita akan mendapati satu kesimpulan bahwa segala hal yang meresahkan agama tertentu itu bisa dituntut untuk membubarkan diri. Segala hal yang dinilai bertentangan dengan ajaran agama tertentu, harus dibasmi.

Bahkan kalau kita mau membuka konstitusi negara ini, di sana ada satu aturan mengenai pelarangan terhadap paham-paham tertentu seperti misalnya Leninisme, Marxisme, dll. Segala macam paham yang itu mengancam konstitusi negara ini, maka kita sebagai warga negara berhak untuk menuntut pembubaran atas paham tersebut.

Jadi ada 2 kesimpulan sebenarnya yang dapat kita tampilkan:

  1. Sekiranya ada suatu kelompok atau paham yang itu bertentangan dengan ajaran agama tertentu, maka kelompok itu dapat dituntut pembubarannya.
  2. Sekiranya suatu kelompok atau paham yang itu bertentangan dengan konstitusi, maka paham atau kelompok itu dapat dituntut pembubarannya.

Point pertama, kelompok atau paham yang bertentangan dengan ajaran agama tertentu. Sebenarnya kesimpulan ini masih rancu. Berangkat dari point nomor satu, muncul pertanyaan yaitu bertentangan dengan ajaran agama menurut pemahaman kelompok mana? Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Islam itu terdiri dari berbagai macam mazhab. Masing-masing mazhab mengklaim mazhab mereka saja yang benar sedangkan yang lain salah.

Setidaknya aku bisa menyimpulkan bahwa kelompok yang bisa dibubarkan itu kelompok yang bertentangan dengan ajaran agama versi Pemerintah. Jadi kalau Anda itu termasuk dalam kelompok agama yang pemikiran dan keyakinannya berbeda dengan ajaran agama versi pemerintah, maka bersiap-siaplah Anda untuk diprotes bahkan diminta pembubarannya.

Jadi, kebenaran itu ada di pihak pemerintah / penguasa. Siapa yang ingin selamat, bergabunglah dengan penguasa. Jadilah anjing-anjing pemerintah yang senantiasa menjulurkan lidah untuk diberikan makanan dan perlindungan agar Anda tidak dibubarkan.

Sedangkan point kedua berbicara mengenai kelompok atau paham yang bertentangan dengan konsititusi, seperti misalnya Marxisme dan Leninisme yang diklaim pemerintah sebagai paham terlarang karena bertentangan dengan Pancasila.

Dari point kedua tersebut, aku jadi bertanya-tanya, “Mengapa hanya Marxisme dan Leninisme yang dilarang?” Bukankah kelompok-kelompok yang mengusung slogan TEGAKKAN SYARIAH ISLAM, TEGAKKAN KHILAFAH ISLAMIYAH juga mengancam konstitusi negara Indonesia yang berlandaskan Pancasila? Kelompok-kelompok Islam tersebut ingin sekali menegakkan pemerintah Islam dan menggulingkan pemerintah sekuler ala Pancasila. Bukankah ini sebuah ancanam? Mengapa Pemerintah terkesan lembek? Apakah karena pemerintah saat ini sedang memelihara anjing-anjing tersebut? Apakah mungkin pemerintah lupa bahwa anjing yang kita pelihara suatu saat akan menggigit kita bahkan membunuh kita.

Untuk saat ini mungkin pemerintah akan menyingkirkan pihak-pihak yang dianggap mengancam anjing-anjingnya demi kesenangan si anjing. Tetapi mungkin suatu saat, pemerintah akan bunuh oleh anjing-anjing itu.

Kasarkah? Mungkin ini adalah salah satu dari sekian banyak tulisan yang kasar. Mohon maaf, anjing ini hanya sebuah kiasan saja bukan anjing secara wujud.

Kok jadi panjang gini yach? ?

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on April 24, 2008, in Artikel and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Seharusnya Ahmadiyah itu AGAMA BARU!
    Bukan Bagian dari ISLAM!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: