SEKILAS LKMI HMI SOLO

Tepat hari sabtu, 26 April 2008 s/d minggu, 27 April 2008 saya mengadakan perjalanan ke LKMI HMI Solo dalam rangka mengisi suplemen materi LK LKMI HMI Cabang Solo. Kegiatan ini adalah momentum perekrutan kader LKMI HMI Solo yang mengambil tempat di sebuah kompleks Villa di kawasan Tawangmangu solo. Sebuah tempat yang representatif untuk pelatihan ataupun kegiatan out bond atau kegiatan pelatihan berbasis petualangan alam.

LKMI HMI SOLO

CATATAN KETUA UMUM BAKORNAS LKMI PB HMI

Solo, 26-27 April 2008

Tepat hari sabtu, 26 April 2008 s/d minggu, 27 April 2008 saya mengadakan perjalanan ke LKMI HMI Solo dalam rangka mengisi suplemen materi LK LKMI HMI Cabang Solo. Kegiatan ini adalah momentum perekrutan kader LKMI HMI Solo yang mengambil tempat di sebuah kompleks Villa di kawasan Tawangmangu solo. Sebuah tempat yang representatif untuk pelatihan ataupun kegiatan out bond atau kegiatan pelatihan berbasis petualangan alam.

Kegiatan tersebut dihadiri setidaknya 70 peserta pelatihan yang meliputi Angkatan 2007 dan 2006 Fakultas Kedokteran Univ Sebelas Maret, Solo. Peserta pelatihan dapat dikatakan banyak sekali apabila saya komparasikan dengan kegiatan yang sama di LKMI HMI Surabaya, LKMI HMI Jakarta Raya, dan LKMI HMI Malang. Pada saat pelatihan tersebut saya membawakan materi “Globalisasi Pelayanan Kesehatan dan Perumahsakitan; Perspektif Kesempatan dan Tantangan bagi Profesi Kedokteran”

Terbersit sebuah pertanyaan “dapatkah rekan-rekan peserta pelatihan memahami konstruksi materi ini ?” dalam pandangan saya, anggota sebaiknya selalu mendapat update terbaru tentang bahasan profesi kesehatan dan semua dinamikanya agar ada komunikasi yang terjalin di Jakarta sebagai pusat pembuatan kebijakan dan wilayah lain di Indonesia. Dasar pertimbangan inilah yang melatarbelakangi saya memberikan beberapa pengantar yaitu :

1. Globalisasi sebagai konsekuensi kehidupan berbangsa.

2. Kajian Praktek Kedokteran Terstruktur dan Praktek Kedokteran Tidak Berstruktur.

3. Pembiayaan Kesehatan Nasional sebagai bagian Sistem Jaminan Sosial Nasional

4. Komersialisasi pendidikan Perguruan Tinggi Negeri.

5. Orientasi dan Kebijakan Organisasi dalam Pengkaderan Profesi Dokter.

Semua materi saya berikan secara superfisial dan memang tidak diperdalam pada pandangan-pandangan Filsafat Kebijakan Kesehatan Nasional.

Momentum pelatihan ini saya mengajak LKMI HMI Solo baik pengurus LKMI HMI dan pengurus purna LKMI HMI Solo untuk melihat konstruksi LKMI HMI Solo secara lebih mendetail terutama karena LKMI HMI Solo merupakan LKMI HMI tanpa Organ HMI Komisariat didalamnya. Apabila dikonfrontasikan dengan AD ART Organisasi memang dapat dikatakan inkonstitusional, tetapi pada sisi lain peran HMI adalah sebagai organisasi pengkaderan maka kita perlu melihat kembali apa dasar permasalahan yang dialami LKMI HMI Solo hari ini sehingga kebijakan organisasi LKMI HMI Solo melakukan perekrutan tanpa instrumen HMI Komisariat Kedokteran.

Kacamata konstitusi menempatkan LKMI HMI tidak bisa mengadakan perekrutan diluar anggota HMI, logika ini berangkat dari entitas LKMI HMI sebagai lembaga pengembangan profesi kader HMI dan anggotanya secara jelas adalah HMI. Menjadi pertanyaan anggota HMI dalam kelembagaan apa, jelas kelembagaan komisariat karena struktur komisariat adalah struktur yang paling bawah dari HMI yang dapat merekrut anggota, sedangkan PB HMI ataupun HMI Cabang tidak dalam kapasitas melakukan perekrutan anggota. Oleh karena itu jelas menjadi kewajiban komisariat itu ada, sebagai payung kader HMI dalam sebuah komunitas dalam perspektif struktural.

Polemik berlanjut pada tataran strategi taktis, akan eksistensi komisariat kedokteran dalam struktur HMI Cabang Solo. Apa yang membuat kader-kader HMI Solo membuat pilihan organisasi berupa tidak mendirikan HMI Komisariat sebagai wadah anggota HMI. Serangkaian diskusi yang dilakukan, LKMI HMI mengadakan perekrutan anggota merupakan strategi organisasi, setelah menjadi anggota LKMI fase berikutnya adalah mengikuti pelatihan LK (latihan kader) sebagaimana prosedur administrasi organisasi secara umum. Realitas obyektif memang dijumpai hal tersebut diatas, dalam konteks strategi organisasi hal ini dapat dipertanggungjawabkan. Kini kembali pada HMI Cabang Solo membuat caretaker pembentukan HMI Komisariat. GALIH/GER

About hmibecak

Kami adalah sebuah organisasi kemahasiswaan eksternal kampus Fakultas Hukum yang bergerak di lingkup kampus UNS Surakarta. Kami selaku OKP yang bergerak di dalam kampus selalu berusaha untuk mengusung berbagai isu kampus FH UNS pada khususnya dan UNS itu sendiri pada umumnya. kami juga selalu berusaha untuk bekerjasama dengan element eksternal lainnya dengan tujuan selain untuk mendukung usaha kami juga untuk membina tali silaturahmi kami dengan rekan seperjuangan dan sejalan dengan tujuan kami. personel kami terdiri dari mahasiswa Fakultas Hukum UNS dari segala angkatan, baik yang sekarang duduk di kursi kepengurusan atau berstatuskan anggota.dan rencana kami dalam waktu dekat ini akan berusaha untuk meningkatkan kader HMI kami, baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas. Amienn.. YAKIN USAHA SAMPAI

Posted on Mei 18, 2008, in Reportase and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. hallooooo.. artikelnya bagus2 thanks n salam kenal ya …

  2. kawan maen2 ke website koms kami http://hmialkindi.co.cc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: