Apa?! Mahasiswa UNAS Ada Yang Meninggal?

Iya, itulah kalimat yang terucap dari bibirku saat mengetahui kabar terkini ada seorang mahasiswa UNAS yang meninggal dunia.

Maftuh Fauzi, salah seorang mahasiswa yang menjadi korban kekerasan aparat kepolisian dalam insiden Universitas Nasional (Unas), meninggal dunia. Maftuh adalah mahasiswa Unas jurusan Sastra Inggris angkatan 2003.

“Saya dengar kabar 30 menit yang lalu, dia sudah meninggal,” kata salah seorang rekan Maftuh, Berly Muhammad, di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jl Kiai Maja, Jakarta Selatan, Jumat ( 20/6/2008 ) pukul 15.40 WIB.

Dia menjelaskan, Maftuh mengalami luka di bagian kepala saat mengikuti aksi demonstrasi menentang kenaikan BBM di Unas, Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan pada 24 Mei 2008.

“Waktu terjadi kerusahan dia dipukul kepalanya dengan pentungan polisi. Saat ditahan di sel, dia mengaku sempat muntah-muntah,” jelas Berly.

Mahasiswa Universitas Nasional, Mastuh Fauzie meninggal dunia lantaran mengalami infeksi menyeluruh di tubuhnya. Maftuh merupakan korban kekerasan polisi saat insiden penyerbuan Kampus Unas pada 24 Mei.

“Hasil CT scan di kepala tidak ada kelainan. Dari hasil pemeriksaan, dia meninggal karena adanya infeksi yang menyeluruh ke seluruh tubuh. Akibatnya, organ tubuh tidak berfungsi,” kata dokter spesialis syaraf, Widya Sarkawi dalam jumpa pers di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jalan Kiai Maja, Jakarta Selatan, Jumat (20/6/2008).

Menurut dia, Maftuh Fauzi (27) pada tanggal 18 Juni dini hari masuk IGD RSPP dengan kesadaran menurun dan infeksi berat.

“Akhirnya, pada hari ini pukul 11.20 WIB, nyawanya tidak tertolong,” kata perempuan yang juga menjabat Pjs Wakil Direktur Medis RSPP ini.

Mastuh diketahui sebelumnya dirawat di UKI Cawang sehari setelah bebas pada 2 Juni 2008. Mahasiswa Unas jurusan Sastra Inggris angkatan 2003 ini mengalami luka di kepala akibat dipentung polisi saat aksi demo menentang kenaikan harga BBM.

Namun ada kabar bahwa Maftuh Fauzi meninggal bukan karena tindak kekerasan yang dilakukan oleh polisi tetapi karena ia mengidap aids.

Setelah didesak oleh sekitar 100 mahasiswa Unas, akhirnya dokter RSPP mengeluarkan pemeriksaan terakhir terhadap Maftuh Fauzi. Ternyata, dia meninggal karena positif menderita Aids.

“Ini dia hasil pemeriksaan. Berdasarkan hasil pemeriksaan kami, korban meninggal karena positif menderita Aids. Ini sebetulnya tidak boleh diberitahu sebelum ada izin dari keluarga. Tapi karena diminta kita mengizinkan,” ujar Wakil Kepala Direktur Medis RSPP, Widya Sarkawi kepada para mahasiswa Unas di Depan Gedung RSPP, Jl Kyai Maja, Jakarta, Jumat (20/6/2008).

Sumber detikcom di kepolisian pun juga membenarkan Maftuh meninggal karena menderita Aids.

Namun teman-teman Maftuh di Unas tidak mempercayainya.

“Dia meninggal karena Aids itu tidak benar,” kata M Qadari kepada detikcom di Kampus Unas, Jl Sawo Manila, Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (20/6/2008).

M Qadari yang mengaku kenal Maftuh sejak tahun 2001 menyatakan berhubungan sangat dekat. Dia tahu sebelum Maftuh dirawat di RSPP, dia masih sehat-sehat saja.

“Sebelum kejadian Maftuh sehat, dia bersama dengan saya. Tidak mungkin meninggal karena ada penyakit,” tegas Qadari.

Di mata Qadari, Maftuh adalah sosok yang menyenangkan dan humoris. Dia tidak percaya sahabatnya itu telah meninggal. Dan dia tetap percaya bahwa kematian Maftuh akibat pemukulan yang dilakukan salah satu anggota kepolisian yang menghancurkan Kampus Unas beberapa waktu lalu.

Entahlah, apapun penyebab meninggalnya saudaraku Maftuh Fauzi, aku hanya bisa mengucapkan bela sungkawa yang sebesar-besarnya. Semoga kawan-kawan mahasiswa UNAS bisa menahan diri untuk tidak bertindak diluar batas-batas hukum dan semoga keluarga Maftuh Fauzi diberikan ketabahan.

Kawan, selamat jalan. Saksikanlah bahwa aku akan meneruskan perjuangan ini dengan cara yang aku anggap sebagai sebuah kebenaran.

Setiap hari adalah Asyuro, setiap bumi adalah Karbala.

Katakan “TIDAK” pada pemimpin dzalim laknatullah.

Katakan “LAWAN pada para tiran baik tiran agama maupun tiran politik.

Pantang Hina…!!!!

——–

Thanks to detik.com

About ressay

Pada dahulu kala, ada seorang ibu yang hendak melahirkan anak pertamanya. ibu itu dengan susah payah, dengan tenaga yang ia miliki berjuang untuk mengeluarkan anaknya dari rahim. dan pada hari senin tgl 21 Juli 1987 lahirlah sesosok bayi yang imut, cakep, putih, lucu ke dunia ini. ketika bayi itu lahir, gemparlah seluruh dunia. daun-daun bersemi kembali. sungai yang tadinya kering menjadi di aliri air dengan derasnya. langit menurunkan airmatanya. bumi tidak mau kalah mengeluarkan tumbuhan yang berbunga indah. itulah tanda-tanda kelahiran sesosok bayi penerus bangsa ini.hehehehe....Amieeen..!! Ketika berumur 4 tahun bayi itu di masukkan ke TK Al-Irsyad. di situ ia di gembleng dengan kerasnya oleh guru2. dan ia menjadi salah seorang anak yang terpintar di TK tersebut. 2 tahun telah di lewati ia meneruskan pendidikannya di SD Al-Irsyad. 6 tahun kemudian ia lulus dari SD tersebut dan melanjutkan pendidikannya di SMP 3 Tegal. Namun, entah mengapa, orang tuanya membuang ke bandung. ia di masukkan ke sebuah SMA Favorite seluruh Indonesia. sekolah itu bernama SMU (Plus) MUTHAHHARI BANDUNG. Sekarang, anak itu sedang berjuang di fak. Hukum UNS SOLO Hobi anak itu adalah main musik. ia bercita-cita untuk menguasai bangsa ini, dan memimpinnya dengan sebaik-baiknya.

Posted on Juni 20, 2008, in Reportase. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: