SINDIKAT MISSION HMI

SINDIKAT PILIHAN

MISSION HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)

Sindikat ini disampaikan kepada Panitia Training Senior Course Tingkat Nasional Bakorda HMI Badko Jateng-DIY Bekerja sama dengan BPL HMI Cabang Surakarta sebagai bagian persyaratan mengikuti Training Senior Course Tingkat Nasional

ANUNG RAZAINI FIRMANSYAH

KADER HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

CABANG SURAKARTA KOMISARIAT FAK. HUKUM UNS

Desember 2009

SINDIKAT MISSION HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM (HMI)

MATERI                       : Mission Himpinan Mahasiswa Islam (HMI)

Alokasi  waktu           : 4 Jam

Tujuan            Umum             :

Memahami Mission HMI sebagai derivasi atas tujuan HMI yang telah disadari untuk dapat diemban dan dikerjakan dalam tataran aplikasi di masyarakat

Tujuan Pembelajaran Khusus:

v  Kader dapat menegrti dan sadar mengenai tujuan dan mission HMI

v  Kader dapat menjelaskan tafsir tujuan HMI

v  Kader dapat menjelaskan hakekat sifat, status, fungsi dan peran HMI

POKOK BAHASAN      :

Mission dapat diartikan sebagai amanah/tanggunjawab. Pembahasan makna mission secara harafiah coba tidak saya jabarkan, karena pemaknaan merupakan pembatasan, dan setiap orang dapat melakukan pemaknaan terhadap suatu hal (tergantung mana yang disepakati), maka untuk menghindari perbedaan makna, pembahasan makna secara harafiah coba diabaikan.

Mission pada hakekatnya untuk menumbuhkan kesadaran menyeluruh kader untuk senantiasa berjuang mewujudkan tujuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Konsekuensi yang harus diemban ketika tujuan telah dimaknai secara sadar dan mendalam, derivasi atau turunan dari tujuan yang telah disadari merupakan bagian dari mission HMI.

Dari situ maka pemahaman terkait tujuan HMI sekirannya perlu dijabarkan terlebih dahulu dan kemudian mengetahui sebenarnya apa sebenarnya mission HMI.

Tujuan yang jelas diperlukan untuk suatu organisasi, hingga setiap usaha yang dilakukan oleh organisasi tersebut dapat dilaksanakan dengan teratur. Tujuan HMI tertera dalam pasal 4 Anggaran Dasar HMI yaitu :

“TERBINANYA INSAN AKADEMIS, PENCIPTA, PENGABDI YANG BERNAFASKAN ISLAM DAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS TERWUJUDNYA MASYARAKAT ADIL MAKMUR YANG DIRIDHOI ALLAH SWT”.

Dari tujuan tersebut jika coba kita pilah menjadi beberapa bagian, yaitu :

  1. Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi…. è
  2. Yang bernafaskan Islam…yang diridhoi Allah SWT è
  3. Dan bertanggungjawab atas terwujudnya masyarakat adil dan makmur… è

Dari pemilahan tersebut maka dapat diambil kesimpulan bahwa bagian ke-1 adalah lingkupan perseorangan/kemahasiswaan, bagian ke-2 adalah lingkupan ketauhidan/keislaman, dan bagian ke-3 adalah lingkupannya kebangsaan/ke-Indonesia-an. Oleh karena itu ranah atau ruang gerak dari organisasi ini adalah Kemahasiswaan, Keislaman, dan kebangsaan.

Kemudian dari ruang gerak tersebut, timbul sebuah pertanyaan, sebenarnya apa yang mengharuskan kita sebagai kader HMI untuk senantiasa mengemban tanggungjawab untuk mewujudkan tujuan tersebut?

Jika kita lihat bahwa setiap anggota HMI memiliki 3 (tiga) status. Status tersebut yaitu 1) anggota HMI adalah seorang mahasiswa; 2) anggota HMI adalah seorang Islam; 3) anggota HMI adalah warga Negara Indonesia. Ketiga status tersebut sudah pasti melekat pada setiap anggota HMI.

Setiap status yang melekat pada diri kita pastilah mempunyai tanggungjawab yang harus diemban. Seperti misalnya status sebagai kepala rumah tangga, maka tanggungjawabnya adalah untuk memberikan perlindungan, nafkah terhadap keluarganya; status orang sebagai guru, maka mampunyai tanggungjawab untuk memberikan pendidikan; dan lain sebagainya yang pada intinya status tersebut mempunyai tanggungjawab masing-masing.

Seperti halnya statu yang dimiliki oleh anggota HMI, ketiga status tersebut memiliki amanah/tanggungjawab yang harus diemban. Hal ini sudah menjadi konsekuensi logis. Sebagai seorang mahasiswa maka mempunyai kewajiban untuk senantiasa menggunakan keintelektualannya untuk menegakkan kebenaran, mengabdi kepada masyarakat, dan membela kaum yang tertindas. Sebagai seorang Indonesia maka mempunyai kewajiban untuk mewujudkan cita-cita Negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan masyarakat adil dan makmur (memusnahkan ketertindasan). Begitu pula sebagai seorang Islam harus senantiasa menegakkan nilai-nilai kebanaran Islam untuk mendapatkan ridho Illahi.

Maka dari itu mengapa tujuan HMI harus senantiasa diperjuangkan oleh kader-kader HMI. Karena hal itu sejalan dengan status yang melekat pada diri kita.

Dari pemaparan diatas sebenarnya dapat kita tarik kesimpulan bahwa mission HMI jika dipadatkan ada 2 hal yang harus diemban :

  1. Menegakkan nilai-nilai Islam
  2. Membela kaum-kaum yang tertindas

Dua hal tersebut mempunyai makna yang luas jika kita mencoba menjabarkannya. Dan dapat diterapkan pada konteks kontemporer.

Stasus, Fungsi dan Peran

  1. Status HMI adalah organisasi mahasiswa

Seorang mahasiswa adalah seorang yang memiliki tingkat intelektual yang lebih dibandingkan masyarakat pada umumnya. Selain itu mahasiswa masih punya kebebasan dalam menyuarakan sesuatu, karena mereka belum terikat dengan suatu kepentingan apapun. Jiwa mudanya mengarahkan mahasiswa untuk senantiasa progress dalam menghadapi situasi jaman. Hal itulah yang mengakibatkan mahasiswa mendapatkan julukan agent of change atau agen-agen perubahan. Dan HMI membutuhkan sosok-sosok yang berani, intelektual, radikan, untuk meyerukan perubahan-perubahan, yaitu mahasiswa.

  1. Fungsi HMI sebagai organisasi kader

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi kader berfungsi dan berperan dalam pembangunan Sumber Daya Manusia melalui olah sikap, nalar, dan perilaku. Proses pengkaderan HMI dalah menerapkan proses internalisasi nilai-nilai moral dan kebenaran, baik dalam nilai keislaman, kebangsaan dan kemahasiswaan. Organisasi ini senantiasa terus berganti dengan pola dibina untuk kemudian membina. Dengan demikian proses pembelajarannya dapat menyeluruh kepada semua kader. Dan diharapkan akan terbentuk sosok kader-kader yang memiliki integritas pribadi yang tangguh, bertaqwa kepada Allah SWT, cerdas, militant, kritis, dan berani untuk melawan.

  1. Peran HMI sebagai organisasi perjuangan

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sebagai organisasi perjuangan dalam keberadaannya tidak bisa dilepas dari sejarah perjuangan bangsa, maka sebagai kelompok cedikiawan, dinamika HMI terkait erat dengan dinamika bangsa yang berkembang.

Nilai-nilai yang harus hidup ditubuh HMI adalah sebagai komunitas terdidik yang memiliki kesadaran terhadap dirinya sendiri dan lingkuang social, bangsa dan agama. HMI harus mampu memberikan warna baru bagi dunia akademis dan gerakan mahasiswa. Dan perjuangannya adalah untuk senantiasa untuk mewujudakan tujuan, dan mengawal proses berkembangnya bangsa dan agama.

METODE PEMBELAJARAN

v  Diskusi interaktif disertai praktek langsung untuk menganalisa sebuah kasus kotemporer, untuk kemudian menjawab mengapa kader HMI mempunyai tanggungjawab untuk memperjuangkannya.

REFERENSI

  1. Al Qur’an
  2. Jawad, M. Ahmad Abdul. Manajemen Konflik. Bandung: PT. Syaamil Cipta Media. 2005.
  3. Tim Penyusun. Dibawah Naungan Cahaya Illahi. Surakarta: Nurulhuda Pers. 2002.
  4. Potoh, Coen Husain. Malapetaka Demokrasi Pasar. Yogyakarta : RESIST BOOK. 2005
  5. Danaher, Kevin. 10 Alasan Bubarkan IMF & Bank Dunia. Yogyakarta: CINDELARAS RAKYAT CERDAS. 2005.

Posted on Januari 26, 2010, in Makalah. Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. jadi, apa bedanya antara Tujuan HMI dengan Mission HMI??

  2. beda mas, tujuan itu apa yang akan dicapai, sedangkan mission lebih pada bagaimana pencapaian sebuah tujuan.. makanya kajian mission itu ada sendiri, karena tidak sama dengan tujuan.

  3. wah keren banget ni mas nya yang diatas… *_*

  4. 3) anggota HMI adalah warga Negara Indonesia. Ketiga status tersebut sudah pasti melekat pada setiap anggota HMI.

    saya kurang sependapt dengan poin tersebut d atas, karna menurut saya. disitu cuman HMI bukan HMII. jd menut saya asal islam dan berstatus mahasiswa bisa saja ber HMI atu mnjadi anggota HMI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: